Beranda > Mangrove Article > Ramadhan dan jajanan mangrove

Ramadhan dan jajanan mangrove

Menjelang Ramadhan, di jalanan Ngesrep, daerah Kampus UNDIP Tembalang – Semarang, saat ini di kanan-kirinya, banyak bermunculan warung-warung dadakan yang menawarkan beragam makanan dan minuman. Mulai dari nasi goreng, tela-tela, c-mol, sup buah, serabi warna-warni, gado-gado, kolak, tahu gimbal, dan makanan-minuman lezat lainnya, hampir semuanya ada. Kemarin, waktu buka puasa, saya sempat mencicipi kue serabi rasa coklat. Setelah merasakan kelezatannya, saya membayangkan, seandainya serabi ini tepungnya diganti dengan tepung mangrove (tepung yang diambil dari buah-buahan mangrove), pastilah rasanya akan semakin legit saja.

Selanjutnya, andaikan saja, serabi mangrove bisa dibuat, pastilah rasanya tak akan kalah lezat dengan kue-kue mangrove yang pernah saya cicipi, seperti bubur, kelepon dan resoles (lihat foto di atas). Sayang sekali, walaupun penemuan resep-resep penganan mangrove sudah mulai banyak ditulis dan dibukukan, namun kandungan gizi yang ada di buah-buahan mangrove belum banyak diteliti sehingga masyarakat masih ragu dalam mengkonsumsi “jajanan” mangrove. Saat ini, hanya kadar abunya saja yang sudah mulai dilaporkan.

Saya hanya bisa berharap, satu tahun dari sekarang, jajanan mangrove bisa semakin populer sehingga Ramadhan tahun depan, saya bisa merasakan legitnya kue serabi mangrove.

Categories: Mangrove Article
  1. gwapasila
    24 September 2007 pada 11:13 am | #1

    looks yummy to me…can I have some ? thanks for the visit and hope to see you often. TC

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.