Beranda > Cerita Mangrove KeSEMaT > Mang Rove dan Mak Erot. Ramuan siapa yang lebih GREENG?

Mang Rove dan Mak Erot. Ramuan siapa yang lebih GREENG?

Tanggal 9 Februari 2008, sebuah film buatan anak negeri, akan kembali diluncurkan. Walaupun bertema agak “jorok,” namun film bergenre drama komedi ini layak untuk dinikmati. Film yang berjudul XL – Extra Large: Antara Aku, Dia dan Mak Erot, menurut kabar berkisah tentang kekurangpercayaan diri seorang suami karena (maaf) “adiknya” tak seperti yang dia harapkan. Film yang dibintangi oleh para mantan VJ MTV seperti Sarah Sechan, Jamie Aditya dan Alex Abbad ini, mengajarkan hal baik tentang cinta yang ternyata tidak ditentukan oleh faktor fisik belaka, melainkan lebih kepada hubungan yang tulus antara suami dan istri.

Bukannya ikut-ikutan membahas hal yang jorok, namun apabila berbincang mengenai “adik,” ada peristiwa lucu sewaktu KeSEMaTERS melakukan kunjungan kerja ke Surodadi Demak Jawa Tengah, beberapa waktu yang lalu. Lihatlah foto di atas, pada saat Sarasehan Mangrove (SM) terjadi, tiba-tiba Bapak Lurah tiba-tiba menyampaikan sebuah kebiasaan masyarakatnya yang suka mengkonsumsi akar-akar mangrove jenis Rhizophora spp – muda, untuk menambah vitalitas pria.

Dengan bahasa Jawanya yang medhok, bapak yang masih kelihatan segar di usianya yang sudah berkepala enam itu, menyampaikan cara mengkonsumsi akar Rhizophora muda, “Akar yang masih menggantung dan belum sampai ke tanah dipetik, lalu langsung dikunyah mentah. Walaupun agak sepet (baca: asam), namun untuk menambah vitalitas pria, khasiatnya sangat dahsyat. Dijamin langsung “GREENG!”

Mendengar penuturannya, sontak semua peserta sarasehan tertawa geli. Pengumuman Pak Lurah, yang bersifat “tabu-informatif” tersebut, bagaikan sebuah informasi nakal yang walupun agak “jorok” tapi sangat diminati. Hal ini terbukti, setelah disampaikan, peserta SM yang terdiri dari para perangkat desa dan KeSEMaTERS, berniat membuktikannya sendiri, pada saat kunjungan ke hutan mangrove, keesokan harinya.

Benar tidaknya informasi yang disampaikan oleh Pak Lurah, memang harus dibuktikan dengan uji klinis di laboratorium. Namun demikian, fakta menunjukkan bahwa hasil-hasil penelitian tentang zat-zat kimiawi yang ada di daun, batang, dan akar mangrove, kesemuanya memang mengandung khasiat obat.

Tengok saja, menurut penelitian yang dilakukan oleh Suparpnaibool dan Kongsang Chai (1982) dan FAO (1985), apabila kita mandi dengan air ekstrak rebusan kulit kayu dan akar Acanthus ilicifolius maka bisa menolong mengurangi gejala flu kita. Lalu, asap dari pembakaran kayu Excoecaria agallocha juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit kusta. Kemudian, kulit kayu Ceriops tagal, bisa digunakan sebagai obat pelangsing, pun air rebusannya dapat difungsikan sebagai pembersih luka.

Selanjutnya, untuk membuktikan kebenaran tentang kandungan akar Rhizhopora – muda sebagai ramuan penambah vitalitas kaum pria, memang butuh penelitian lebih lanjut. Kalau bisa dan jika mau, Reporter TRANS TV lewat program unggulannya bernama ASAL USUL, bisa saja meliput mengenai fenomena menarik ini. Jika terbukti benar, sepertinya eksistensi Mak Erot di masa datang akan mulai tersaingi oleh datangnya ramuan baru “bikinan” Mang Rove. Benarkah?!

  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.