Jangan dipetik kalau belum keluar cincin kuningnya
Minggu ini, beberapa pertanyaan yang masuk ke email KeSEMaT banyak yang menanyakan seputar “cincin kuning (CK).” Apakah CK? CK tak lain dan tak bukan adalah sebutan lain untuk sebuah lingkaran berwarna kuning yang sering ditemukan pada kotiledon, di saat dianya sudah matang. CK memang menjadi penanda otomatis, bagi matangnya benih mangrove. Jika Si CK sudah “keluar,” maka benih mangrove bisa dipastikan siap untuk dibibitkan.
Belum keluarnya CK diantara buah dan kotiledonnya, menjadi penanda bahwa benih di atas ini, belum matang. Pun, apabila Anda bersikeras untuk memetiknya kemudian membibitkannya di lapangan, proses pembukaan buah dari kotiledon sangat sulit untuk dilakukan. Seperti diketahui, untuk membibitkan benih mangrove, buah harus dibuka dengan cara mencabutnya dari kotiledonnya. Nah, apabila belum ada CK-nya, proses pencabutan ini akan susah sekali dilakukan. Kondisi benih (propagul) yang masih muda ditengarai sebagai penyebabnya.
Jadi, apabila Anda ingin mengadakan program pembibitan terhadap benih mangrove Rhizoporaceae, tunggulah hingga CK-CKnya keluar. Jangan mentang-mentang kotiledonnya sudah terlihat besar dan panjang, lalu Anda dengan seenaknya mencabutnya dari buahnya dan membibitkannya secara langsung ke lapangan. Demikian penjelasan kami. Semoga bermanfaat. Mari bersama-sama, menyelamatkan mangrove kita dari kepunahan. Sekarang!







Komentar