Struktur dan Komposisi Vegetasi Mangrove di Pulau Ajkwa dan Kamora, Kabupaten Mimika, Papua

Akhmad Setiawan. Struktur dan Komposisi Vegetasi Mangrove di Pulau Ajkwa dan Kamora, Kabupaten Mimika, Papua.

Komunitas mangrove menempati area diantara darat dan laut yang memiliki kondisi lingkingan berbeda satu sama lain, hal tersebut menarik untuk dipelajari, khususnya mengenai struktur dan komposisinya. Komunitas mangrove di Papua antara lain terletak di Pulau Ajkwa dan Kamora. Pulau Ajkwa merupakan area yang terkena dampak limbah pertambangan (sedimen tailing) dan Pulau Kamora tidak. Tujuan penelitian ini adlah untuk mengetahui sruktur dan komposisi pada kedua lokasi tersebut, oleh karena itu dilakukan studi ini pada bulan Juni – Agustus 2000.

Metode yang digunakan yaitu metode plot – transek garis pada luasan total 2,11 ha, yang terbagi dalam plot 10 m x 10 m, sub-plot 5 m x 5 m dan sub-sub-plot 1 m x 1 m. Semua individu dengan diameter > 2 cm pada plot dan sub-plot dicatat ketinggiannya dan semua individu dengan ketinggian < 1 m pada sub-sub-plot dicatat jumlah dan persentase penutupannya. Analisa vegetasi meliputi kerapatan, basal area, kerapatan relatif dan dominasi relatif dihitung menurut Mueller – Dumbois dan Ellenberg (1974) dan nilai penting dihitung menurut Curtis (1959). Indeks ekologi yaitu indeks Shannon – Wienner dan Simpson dihitung menurut Odum (1971), dan analisa sedimen yang meliputi fraksi sedimen dihitung menurut Buchannan (1984), dan total karbon menggunakan metode Lost on Ignition (Allen, 1989).

Dalam studi ini menunjukkan komposisi mangrove di Pulau Ajkwa dan Pulau Kamora sama yaitu terdiri dari Avicennia marina (Forsk.) Vierh (Avicenniaceae), Aegiceras corniculatum (L.) Blanco (Myrsinaceae), Rhizophora mucronata Lamk., R. stylosa Griff, R. sp1 (Rhizophoraceae), Bruguiera parviflora Wight dan Arnold ex Griffith (Rhizophoraceae), dan Sonneratia alba J. Smith (Sonneratiaceae). Kerapatan pohon di Pulau Ajkwa lebih rendah (126,3 ind/ha) dibandingkan Kamora (307,6 ind/ha). Ajkwa didominasi Sonneratia alba (NP = 175,3 %) dan Kamora oleh Avicennia marina (NP = 173,4%). Kerapatan belta di Pulau Ajkwa lebih tinggi (1055,5 ind/ha) dibandingkan Kamora (607,2 ind/ha), untuk anakan di Ajkwa lebih rendah (1000 ind/ha) dibandingkan Kamora (9521 ind/ha). Pulau Ajkwa didominasi oleh Sonneratia alba baik untuk belta maupun anakan, sementara Kamora oleh Avicennia marina. Pulau Ajkwa didominasi oleh vegetasi yang memiliki ukuran diameter batang 2 – <10 cm dan ketinggian vegetasi <5 m sedangkan di Kamora (10 – 20 cm) dan ketinggian (5 – 10 m). Indeks Keanekaragaman di Pulau Ajkwa dan Kamora untuk pohon, belta dan anakan mempunyai kategori yang sama, yaitu Indeks Shannon – Wienner menunjukkan nilai rendah dan Indeks Simpson menunjukkan nilai sedang. Total karbon di Pulau Ajkwa lebih rendah (1,46 %) dibandingkan Pulau Kamora (1,74 %). Pulau Ajkwa didominasi oleh sedimen dengan ukuran fraksi > 125µ (48,4 %) dan Kamora oleh < 25µ (34,0 %).

Kata kunci : mangrove, struktur, komposisi.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s