Beranda > Ringkasan Mangrove > Studi Pertumbuhan Propagul Mangrove Bruguiera gymnorrhiza dan Rhizophora apiculata di Muara Sungai Ajkwa dan Tipoeka, Kabupaten mimika, Papua

Studi Pertumbuhan Propagul Mangrove Bruguiera gymnorrhiza dan Rhizophora apiculata di Muara Sungai Ajkwa dan Tipoeka, Kabupaten mimika, Papua

Moh. Rifki Ali Taufan. Studi Pertumbuhan Propagul Mangrove Bruguiera gymnorrhiza dan Rhizophora apiculata di Muara Sungai Ajkwa dan Tipoeka, Kabupaten mimika, Papua.

PT. Freeport Indonesia merupakan salah satu perusahaan pertambangan tembaga, emas, dan perak terbesar di dunia. Dari 220.000 ton batuan yang digerus setiap harinya, hanya 3% yang diambil kandungan logamnya. Sisanya berupa batuan halus yang disebut tailing. Tailing dilepaskan dari tambang di puncak gunung melalui dataran yang lebuh rendah menuju aliran sungai Ajkwa – Otomona yang lebih rendah di daerah Mimika, Papua. Sebagian besar tailing tersebut diendapkan di Daerah Pengendapan Ajkwa (DPA), 5 – 10% dari tailing tersebut, terutama pertikel yang paling halus terlepas ke ekosistem mangrove di muara sungai Ajkwa sebelum akhirnya mencapai laut Arafura yang terletak di selatan pulau.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan propagul mangrove Bruguiera gymnorrhiza dan Rhizophora apiculata di daerah yang terpengaruh tailing di Ajkwa dan Tipoeka, yaitu daerah yang tidak terkena tailing. Penelitian dilakukan di kedua tempat selama bulan Februari – April 2001. Dua puluh propagul dari setiap spesies yang ditanam di polybag, diletakkan secara acak dalam sebuah bedeng yang terendam secara alami oleh pasang harian. Tinggi tanaman dan jumlah pasangan daun dicatat setiap minggu selama 18 minggu.

Secara umum, pertumbuhan propagul B. gymnorrhiza dan R. apiculata dari hutan mangrove sungai Ajkwa dan Tipoeka tidak ada perbedaan baik penanaman di lokasi Ajkwa yang merupakan lokasi tailing maupun di Tipoeka (non tailing), namun tingkat kematian propagul lebih tinggi pada propagul dari Ajkwa. Penelitian menunjukkan perlunya dilakukan penelitian yang berkelanjutan yaitu waktu penelitian yang lebih lama untuk mengetahui pengaruh tailing terhadap pertumbuhan propagul.

Kata kunci: mangrove, tailing, propagul.

  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.