Beranda > Ringkasan Mangrove > Studi Tingkat Herbivori Daun Mangrove di Desa Teluk Awur, Semat dan Tanggul Tlare, Jepara

Studi Tingkat Herbivori Daun Mangrove di Desa Teluk Awur, Semat dan Tanggul Tlare, Jepara

Robby Nurcahyadi. Studi Tingkat Herbivori Daun Mangrove di Desa Teluk Awur, Semat dan Tanggul Tlare, Jepara.

Komunitas mangrove merupakan bagian dari ekosistem alam yang sangat penting peranannya, antara lain sebagai sumber bahan organik terbesar bagi lingkungan perairan di sekitarnya. Seperti tumbuhan pada umumnya,mangrove juga mengalami herbivori (pemangsaan), yang akan berakibat pada berkurangnya luas daun sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis sehingga bisa menurunkan produksi bahan organik yang dilepaskan ke perairan di sekitarnya. Banyak hal yang diduga mempengaruhi tingkat herbivori. Spesies pohon dan umur daun merupakan dua diantara beberapa faktor yang berpengaruh terhadap herbivori.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui secara umum tingkat herbivori daun Aegiceras corniculatum, Avicennia alba, Ceriops decandra, Rhizophora apiculata, dan Rhizophora mucronata serta secara khusus untuk mengetahui pengaruh spesies dan umur daun terhadap tingkat herbivori pada spesies-spesies tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2003 di Desa Teluk Awur, Semat dan Tanggul Tlare, Jepara.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan sampling survey. Sampel daun diambil dari kelima spesies pohon mangrove, masing-masing sebanyak lima ulangan (pohon). Dari total daun yang dipetik, diambil sebanyak 25% sebagai sampel kemudian dilakukan pengukuran panjang, lebar dan luas daun setelah sebelumnya disortir berdasarkan umur daun (muda atau tua) dan kondisi daun (utuh atau rusak). Dari data sampel daun yang utuh dilakukan analisa regresi untuk mencari hubungan antara panjang kali lebar dengan luas daun, luas daun imaginer dihitung dengan memasukkan hasil kali panjang dan lebar daun rusak ke dalam persamaan regresi.

Hasil penelitian menunjukkan untuk semua tipe kerusakan A. corniculatum mengalami kerusakan tertinggi (73,85%) dan C. decandra (37,35%) yang terendah. Analisa statistik menunjukkan spesies berpengaruh nyata terhadap tingkat herbivori (p < 0,05) tetapi umur daun tidak berpengaruh nyata (p > 0,05). Rata-rata tingkat herbivori (%) tertinggi terjadi pada R. apiculata 16,96% (kisaran 0,04% – 97,09%) dan terendah C. decandra 10,28% (0,05% – 44,40%). Pola distribusi jumlah daun yang rusak pada A. corniculatum tersebar pada kelas I – VIII kecuali pada kelas VII, sedangkan daun tua kelas I – VI.  Untuk A. alba pada daun muda dan tua tersebar pada kelas I – VII. C. decandra tersebar dari kelas I – VI untuk daun muda dan tua. Pada R. apiculata dan R. mucronata distribusi jumlah daun yang rusak tersebar dari kelas I – VIII untuk daun muda maupun daun tua.

Kata kunci: herbivori, mangrove.

  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.