Beranda > Lainnya > Studi Penjalaran Gelombang Tsunami dengan Simulasi Numerik untuk Perencanaan Perlindungan Pantai Teluk Lampung, Lampung Selatan

Studi Penjalaran Gelombang Tsunami dengan Simulasi Numerik untuk Perencanaan Perlindungan Pantai Teluk Lampung, Lampung Selatan

Betty Purwandari. Studi Penjalaran Gelombang Tsunami dengan Simulasi Numerik untuk Perencanaan Perlindungan Pantai Teluk Lampung, Lampung Selatan.

Teluk Lampung merupakan kawasan pantai yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan Propinsi Bandar Lampung. Pada tahun 1883 Propinsi Lampung dilanda tsunami yang disebabkan karena meletusnya Gunung Krakatau. Tsunami seperti halnya letusan gunung berapi adalah suatu fenomena alam yang kehadirannya tidak bisa diprediksi sejak dini dan tidak bisa dicegah. Yang mungkin dilakukan adalah menanggulangi dan mengurangi dampak negatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji karakteristik penjalaran gelombang tsunami serta efek shoaling di daerah pantai Teluk Lampung dengan menggunakan model matematis. Selain itu juga mengkaji penggunaan lahan wilayah pantai Teluk Lampung dalam upaya untuk meminimalisasi dampak negatif dan gelombang tsunami.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2002 di laboratorium numerik Balai Pengkajian Dinamika Pantai BPP-Teknologi Yogyakarta. Sedangkan pengambilan data lapangan dilakukan pada bulan Juni di daerah Teluk Lampung, Lampung Selatan. Pada penelitian ini hasil penjalaran gelombang  dengan menggunakan software MIKE 21 BW (Boussinesq Wave) yang marupakan software khusus untuk penjalaran gelombang, yang kemudian digunakan sebagai acuan untuk arahan penggunaan lahan dalam upaya perlindungan pantai dari bencana tsunami.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya gelombang tsunami mencapai pantai pada menit ke-30 dengan tinggi gelombang berkisar antara 2-8 meter dan gelombang tertinggi berada pada daerah Teluk Belantung yaitu 8,027 meter. Berdasarkan kondisi geomorfologi pantainya daerah Teluk Batang dan Padang Cermin memungkinkan untuk ditanami mangrove sebagai salah satu solusi perlindungan pantai dari tsunami sedangkan untuk Kecamatan Kalianda dan Katibung sudah memiliki cukup perlindungan alami seperti relief pantai yang terjal dan terdapat banyak tanaman perkebunan. Sedangkan pemukiman yang terdapat di daerah Teluk Betung dan Padang Cermin seharusnya direalokasikan ke daerah yang lebih aman.

Kata kunci: tsunami, penjalaran gelombang, penggunaan lahan, perlindungan pantai.

  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.