Enaknya mengajar mangrove di SMA
Sungguh, sebuah pengalaman yang amat berharga (lagi), karena kami, para KeSEMaTERS, bisa mengajar mangrove di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Semarang. Setelah, beberapa saat yang lalu, kami memberikan pengajaran mangrove kepada Adik-adik kecil kami di SD 1 dan 2 Trimulyo – Genuk, Semarang dalam program KeSEMaT Goes To School (KGTS). Kini, kami dipercaya menjadi tenaga pengajar bagi lima SMA dan SMK (yaitu SMK 10 Perkapalan, SMA Sultan Agung, SMK Texmaco, SMA Al-Fattah, dan SMK Perdana) oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Kota Semarang.
“Happy New Year, Rhizophora”
Tak ayal lagi, setelah menambah kolam pemancingannya menjadi dua puluh buah, restoran Jawa Pak Alex semakin banyak dibanjiri pengunjung. Dalam satu hari saja, ada sekitar tiga ratus orang lebih, yang datang dan pergi mencicipi makanan lezat di restoran mewah tersebut. Pemandangan laut lepas yang memikat, ditambah dengan pesona pernak-pernik Jawa, lengkap dengan musik gamelan yang mendayu-dayu, seolah menjadi daya tarik yang tak ada habisnya. Beberapa pengunjung bahkan sering memuji wajah baru restoran tersebut. “Sangat berbeda, sekarang lebih lengkap dan semakin lezat makanannya. Apalagi pohon-pohon bakau yang dipinggir-pinggir itu, sudah ditebang habis. Makin bagus, deh. Makin rapi. Pemandangan lautnya kelihatan lebih luas dan indah sekali dari sini. Makin romantis,” begitu komentar Bu Ida, seorang PNS asal Semarang.
Baca selebihnya »
“Selamat Natal, Rhizophora”
Cemara dan Rhizophora adalah dua pohon yang sekilas sama, namun dengan nasib yang berbeda. Apabila Cemara menjalani hidupnya dengan penuh kesenangan dan kemewahan, tidak demikian dengan Rhizophora. Hidup Rhizophora selalu merana dan menderita sepanjang masa. Alkisah, Cemara dan Rhizophora saling bersahabat. Keduanya tinggal berdekatan di pesisir pantai Semarang, sebuah kota kecil di Jawa Tengah.
Baca selebihnya »
Kisah Rhizophora, Si Lengan Gurita yang selalu teraniaya
Malang benar nasib Rhizophora, sejak dilahirkan di bumi ini, dia sudah dikucilkan oleh teman-temannya. Bentuk tubuhnya yang buruk rupa dan tak sempurna, selalu saja jadi bahan ejekan dan hinaan. “Kamu bukan bagian dari kami. Akar kamu seperti gurita. Kami jijik mendekatimu. Kamu tak boleh dekat-dekat dan bermain bersama kami. Kamu seperti monster. Kami takut padamu. Kamu dan keluargamu adalah spesies mangrove yang tak berguna!” begitulah cacian yang diterima Rhizo, hampir setiap hari di kehidupannya.
Baca selebihnya »
Kisah cinta Epi dan Ceri
Pertama kali melihat keindahan bunganya, Epi tak kuasa untuk tidak mengungkapkan rasa cintanya pada Ceri, “Aku mungkin sudah gila, Cer. Tapi aku tak bisa menyembunyikan rasa sayangku padamu. Aku begitu mencintaimu! Maukah engkau menjadi kekasihku. Maukah engkau menikah denganku? Engkau tak perlu menjawabnya sekarang. Pikirkanlah. Aku tunggu hingga satu purnama.”
Baca selebihnya »











