Jepara – KeSEMaTWORDPRESS. Di samping ini adalah dua buah foto (kiri dan kanan) yang kami ambil pada waktu yang berbeda, namun di lokasi yang sama. Foto di sebelah kiri adalah foto para peserta (baca: KeMANGTEER) pelatihan penanaman mangrove MANGROVE REpLaNT (MR) 2009, pada saat melakukan pelatihan penanaman mangrove, di pinggir pematang tambak. Sementara itu, yang di sebelah kanannya adalah hasil penanaman bibit-bibit mangrove para KeMANGTEER, tersebut.
Continue Reading »

Semarang – KeSEMaTWORDPRESS. Lihatlah foto di samping ini. Foto ini kami ambil, sesaat setelah memberikan pengarahan tentang teknis pembibitan dan penanaman mangrove kepada para petani tambak di desa Tapak – Semarang. Sebagai informasi, di desa ini, dengan bantuan pendampingan dari Yayasan BINTARI, KeSEMaT dan FoE Jepang, sedang dilaksanakan sebuah program pendampingan masyarakat untuk melakukan sebuah upaya penyelamatan area pertambakan dan desa mereka dari ancaman gerusan ombak penyebab abrasi.
Continue Reading »

Semarang – KeSEMaTWORDPRESS. Lihatlah foto di samping ini. Ini adalah para pelajar SDN Teluk Awur yang sedang memasuki Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK) (baca: Pusat Pendidikan Mangrove KeSEMaT) di Teluk Awur, Jepara. Mereka yang berjumlah kurang lebih seratus anak ini, terlihat bersama dengan salah seorang KeSEMaTER yang akan mengajarkan kepada mereka tentang ekosistem mangrove dan segala hal yang berkaitan dengannya. Di MECoK ini, anak-anak bisa bermain sembari belajar.
Continue Reading »

Semarang – KeSEMaTWORDPRESS. Tentu saja, ini lagi-lagi adalah sebuah berita gembira. Fakta bahwa benih-benih mangrove yang dibibitkan secara bersama-sama oleh para KeSEMaTER dan ratusan KeMANGTEER, pada saat dua program-mangrove-nasional-KeSEMaT diselenggarakan, yaitu MANGROVE CULTIVATION (MC) 2009 dan MANGROVE REpLaNT (MR) 2009, tentu saja adalah hal yang menggembirakan sekaligus menjadi menjadi kado istimewa bagi KeSEMaT yang pada tanggal 9 Oktober 2009 yang lalu, telah merayakan hari jadinya yang kedelapan.
Continue Reading »

Semarang – KeSEMaTWORDPRESS. Beberapa rekan di dalam Jaringan KeSEMaTONLINE, terutama di KeSEMaTNURSERYBLOG, seringkali menanyakan kepada kami satu buah pertanyaan klise, “KeSEMaT, dalam program penanaman mangrove, lebih baik menggunakan propagul atau bibit mangrove?.” Sebenarnya jawaban dari pertanyaan ini, sudah seringkali kami publikasikan di Jaringan KeSEMaTONLINE. Namun karena (mungkin) judulnya tidak terlalu spesifik, maka ada beberapa Rekan yang masih belum membaca artikel, tersebut.
Continue Reading »

Semarang – KeSEMaTWORDPRESS. Ada sebuah cerita menarik yang “dicurhatkan” oleh seorang pelajar SMA (sebut saja Andi), yang disampaikan kepada kami, melalui Jaringan KeSEMaTONLINE. Dia menceritakan tentang sebuah kisah program penanaman mangrovenya yang dia rasa agak aneh. Mengapa aneh? Karena bibit mangrove yang digunakan sebagai “bahan penanaman,” ternyata sudah tidak berpolybag lagi, melainkan hanya berupa daun, batang dan akar, saja.
Continue Reading »

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »