Arsip

Posts Tagged ‘Cilacap’

Produktivitas dan Laju Dekomposisi Serasah Daun Mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Segara Anakan, Cilacap

25 Januari 2011 5 komentar

Adam Setiawan S. Produktivitas dan Laju Dekomposisi Serasah Daun Mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Segara Anakan, Cilacap.

Hutan mangrove merupakan suatu komunitas yang paling produktif dan mempunyai peranan penting dalam kesuburan perairan laut dan sekitarnya, serta mempunyai fungsi ekologis sebagai nursery ground, spawning ground dan feeding ground. Hutan mangrove Segara Anakan yang mempunyai luas ± 8747 ha pada tahun 1997 terus mengalami penurunan akibat tingginya sedimentasi dan penebangan liar.

Read more…

Studi Pemangsaan Rhizophora mucronata Lamk. dan Avicennia alba Blume di Hutan Mangrove Segara Anakan Cilacap

25 Januari 2011 Tinggalkan Komentar

Arta Adhi Surya. Studi Pemangsaan Rhizophora mucronata Lamk. dan Avicennia alba Blume di Hutan Mangrove Segara Anakan Cilacap.

Propagul mangrove mengalami pemangsaan baik ketika masih tumbuh di pohon induk maupun ketika telah terlepas ke lantai hutan. Interaksi antara hewan dan tumbuhan di hutan mangrove merupakan salah satu sebab terjadinya pemangsaan terhadap propagul mangrove, dimana serangga merupakan pemangsa utama propagul mangrove ketika masih berada di pohon induk, sedangkan kepiting Grapsidae kebanyakan memangsa propagul yang telah jatuh ke lantai hutan. Terjadinya pemangsaan terhadap propagul mangrove tersebut dianggap memberi efek secara tidak langsung pada komposisi hutan mangrove.

Read more…

Studi Tingkat Herbivori Daun Avicennia alba Blume dan Sonneratia caseolaris (L.) Engler di Hutan Mangrove Segara Anakan, Cilacap

25 Januari 2011 2 komentar

Muh Apri Darmawan. Studi Tingkat Herbivori Daun Avicennia alba Blume dan Sonneratia caseolaris (L.) Engler di Hutan Mangrove Segara Anakan, Cilacap.

Daun mangrove merupakan sumber bahan organik bagi ekosistem mangrove dan perairan sekitarnya, disamping sebagai agen utama proses fotosintesis. Seperti tumbuhan umumnya, daun mangrove juga mengalami herbivori (pemangsaan), yang akan berakibat pada berkurangnya luas daun dan bisa menurunkan produksi bahan organik yang dilepaskan ke perairan sekitarnya. Banyak hal yang diduga mempengaruhi tingkat herbivori antara lain umur daun dan tinggi tumbuhan.

Read more…

Studi Kelimpahan Zooplankton di Perairan Plawangan Barat dan Majingklak Segara Anakan Cilacap

25 Januari 2011 Tinggalkan Komentar

Endy Nugroho. Studi Kelimpahan Zooplankton di Perairan Plawangan Barat dan Majingklak Segara Anakan Cilacap.

Segara Anakan merupakan suatu laguna semi tertutup yang terhalang oleh Pulau Nusakambangan dan dikelilingi oleh muara sungai dimana kondisinya secara terus menerus mengalami penurunan lingkungan. Kesuburan suatu perairan dapat dikaitkan dengan banyak sedikitnya kandungan plankton. Plankton dalam rantai makanan berada di posisi paling bawah dari suatu trofik level di dalam lingkungan perairan, maka plankton mempunyai peranan penting dalam ekosistem perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis dan kelimpahan zooplankton di perairan Plawangan Barat dan Majingklak Segara Anakan Cilacap.

Read more…

Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Segara Anakan Cilacap Periode September – Desember 2004

25 Januari 2011 Tinggalkan Komentar

Aris Kurniawan. Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Segara Anakan Cilacap Periode September – Desember 2004.

Plankton adalah suatu organisme berukuran relative kecil yang hidup terombang-ambing di perairan. Fitoplankton merupakan plankton tumbuhan yang mampu menyintesis makanan sendiri dengan bantuan sinar matahari melalui proses fotosintesis. Keberadaan fitoplankton ikut mempengaruhi kehidupan di perairan karena memegang peranan penting sebagai makanan bagi berbagai organism laut, namun juga bisa berbahaya pada kondisi tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton di perairan Segara Anakan Cilacap serta faktor lingkungan yang berpengaruh sehingga dapat bermanfaat dalam program monitoring terhadap kondisi lingkungan perairan Segara Anakan.

Read more…

Struktur Komunitas Krustasea di Kawasan Mangrove Klaces dan Sapuregel Segara Anakan Cilacap

25 Januari 2011 Tinggalkan Komentar

Bambang Gunawan. Struktur Komunitas Krustasea di Kawasan Mangrove Klaces dan Sapuregel Segara Anakan Cilacap.

Kondisi perairan Segara Anakan Cilacap, dari tahun ke tahun mengalami penyempitan dan pendangkalan karena adanya tingkat sedimentasi yang tinggi. Tingginya laju sedimentasi dikarenakan adanya suplai material terlarut dari sungai yang banyak bermuara di kawasan Segara Anakan. Semakin meningkatnya aktivitas manusia di daerah sekitar hutan mangrove seperti pertanian, pertambakan, pemukiman, dan industri akan memberikan dampak terhadap keseimbangan ekosistem di kawasan Segara Anakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas krustasea di kawasan mangrove Klaces yang mewakili kondisi hutan mangrove yang dipengaruhi oleh tingkat sedimentasi yang tinggi dan relative terganggu oleh aktivitas manusia, serta kawasan mangrove Sapuregel yang mewakili kondisi hutan mangrove dengan tingkat sedimentasi yang rendah dan relative masih alami sebagai lokasi pembanding.

Read more…

Distribusi dan Kelimpahan Polychaeta di Kawasan Hutan Mangrove Klaces dan Sapuregel, Segara Anakan, Cilacap

25 Januari 2011 Tinggalkan Komentar

Ari Basuki Abdulah. Distribusi dan Kelimpahan Polychaeta di Kawasan Hutan Mangrove Klaces dan Sapuregel, Segara Anakan, Cilacap.

Hutan mangrove memiliki produktivitas tinggi dari serasah daun, ranting dan pohon-pohon yang tumbang. Tingginya produktivitas tersebut menjadikan hutan mangrove memilki fungsi ekologis yang penting bagi makhluk hidup lain, antara lain sebagai tempat memijah, pembesaran dan mencari makan. Biota yang hiduppada sistem ekologis mangrove antara lain ikan, udang, kepiting moluska dan polychaeta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi dan kelimpahan polychaeta di lokasi penelitian Klaces dan Sapuregel yang memiliki perbedaan tingkat sedimentasi. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Agustus 2002 di kawasan hutan mangrove Segara Anakan Cilacap.

Read more…

Produksi Serasah dan Dekomposisi Tumbuhan Bawah Acanthus ilicifolius dan Derris trifoliata di Kawasan Hutan Mangrove Segara Anakan Cilacap

25 Januari 2011 2 komentar

Singgih Priambodo. Produksi Serasah dan Dekomposisi Tumbuhan Bawah Acanthus ilicifolius dan Derris trifoliata di Kawasan Hutan Mangrove Segara Anakan Cilacap.

Segara Anakan Cilacap merupakan suatu laguna yang dikelilingi hutan mangrove dan dataran berlumpur. Masalah penting di kawasan Segara Anakan adalah terus menyusutnya hutan mangrove karena banyaknya penebangan liar dan dikonversi menjadi tambak dan lahan pertanian. Masalah kedua adalah sedimentasi di Segara Anakan yang masih terus berlangsung. Menyusutnya hutan mangrove diduga mengakibatkan penurunan produksi serasah dan produktivitas perairan di kawasan Segara Anakan. Produksi serasah di Segara Anakan selama ini hanya diukur dari pohon mangrove atas saja, padahal daerah mangrove yang rusak banyak ditumbuhi oleh tumbuhan bawah spesies Acanthus ilicifolius dan Derris trifoliata.

Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.