Arsip

Posts Tagged ‘Jepara’

Studi Tingkat Herbivori Daun Rhizophora apiculata dan Sonneratia alba Hutan Mangrove Desa Jambu Ujung Piring Jepara

1 Februari 2011 Tinggalkan Komentar

Sulis Setyowati. Studi Tingkat Herbivori Daun Rhizophora apiculata dan Sonneratia alba Hutan Mangrove Desa Jambu Ujung Piring Jepara.

Daun mangrove merupakan sumber bahan organik bagi lingkungan mangrove dan perairan sekitarnya. Seperti tumbuhan umumnya daun mangrove juga mengalami herbivori (pemangsaan), yang akan berakibat berkurangnya luas daun dan bisa menurunkan produksi bahan organik yang dilepaskan ke perairan sekitarnya. Banyak hal yang diduga mempengaruhi tingkat herbivori, antara lain spesies dan umur daun.

Read more…

Studi Kelimpahan Gastropoda pada Vegetasi Mangrove Teluk Awur, Jepara

1 Februari 2011 Tinggalkan Komentar

Ragil Yuniarto. Studi Kelimpahan Gastropoda pada Vegetasi Mangrove Teluk Awur, Jepara.

Penelitian mengenai karakteristik biologis vegetasi mangrove desa Teluk Awur Jepara khususnya komunitas Gastropoda masih jarang dilakukan. Mengingat kondisi vegetasi mangrove pada lokasi penelitian yang rawan akan degradasi maka sangatlah menarik bila dilakukan penelitian tentang Gastropoda yang berasosiasi didalamnya. Ini diperlukan sebagai informasi awal dalam rencana pengelolaan kawasan secara terpadu Desa Teluk Awur, Jepara.

Read more…

Produktivitas Serasah Mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Tanggul Tlare, Jepara

1 Februari 2011 Tinggalkan Komentar

Mahanani Nugroho. Produktivitas Serasah Mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Tanggul Tlare, Jepara.

Hutan mangrove merupakan tipe hutan tropis yang tumbuh di sepanjang pantai atau muara sungai, memiliki beberapa peranan penting antara lain sebagai tempat asuhan (nursery ground) dan tempat pemijahan (spawning ground), membantu pembentukan daratan, menyaring tanah hasil erosi dan produsen detritus utama di perairan laut. Hutan mangrove juga mampu menghasilkan bahan organik, salah satu penghasil bahan organik di kawasan mangrove adalah guguran serasah. Beberapa biota yang hidup di wilayah mangrove seperti kepiting, mengkonsumsi guguran serasah secara langsung dan menguraikannya menjadi substrat yang kaya akan bahan organik oleh jamur dan bakteri. Untuk mengetahui seberapa besar hutan mangrove memberikan kontribusi bahan organik terhadap terhadap lingkungan estuarin diperlukan perhitungan total produksi guguran serasah yang dihasilkan oleh tumbuhan mangrove.

Read more…

Studi Kelimpahan Alpheus spp di Vegetasi Mangrove Teluk Awur Jepara

27 Januari 2011 Tinggalkan Komentar

Akhiran Adi Jayanto. Studi Kelimpahan Alpheus spp di Vegetasi Mangrove Teluk Awur Jepara.

Hutan mangrove mempunyai arti sangat penting bagi ekosistem perairan. Secara ekologis, berbagai jenis hewan sangat tergantung akan keberadaan hutan mangrove. Sejumlah besar hewan-hewan air seperti udang bakau, kepiting, moluska dan invertebrata lainnya yang hidupnya menetap di kawasan hutan. Alpheus ditemukan bersembunyi di dalam lumpur, dibalik akar mangrove dan ada pula yang tinggal di balik pecahan karang. Hutan mangrove berfungsi sebagai tempat perlindungan, berkembang biak, dan mencari makan.

Read more…

Struktur Komunitas Zooplankton di Perairan Pulau Sambangan Kepulauan Karimunjawa Jepara

27 Januari 2011 Tinggalkan Komentar

Shulhan Abidin. Struktur Komunitas Zooplankton di Perairan Pulau Sambangan Kepulauan Karimunjawa Jepara.

Zooplankton merupakan biota yang hidup di mintakat pelagik dan mengapung, menghanyut dan sebagian zooplankton berenang sangat lemah, artinya tidak mampu melawan arus. Pergerakan zooplankton secara horizontal dipengaruhi fenomena perairan, seperti pasang surut, gelombang dan arus. Pergerakan secara vertikal dipengaruhi oleh faktor makanan, intensitas cahaya dan kualitas perairan. Zooplankton mencakup sejumlah besar biota di perairan, baik ditinjau dari jumlah jenisnya dan kelimpahan.

Read more…

Struktur Komunitas Larva dan Benih Ikan pada Ekosistem Mangrove dengan Umur Vegetasi yang berbeda di Teluk Awur Jepara

27 Januari 2011 3 komentar

Sapto Pamungkas. Struktur Komunitas Larva dan Benih Ikan pada Ekosistem Mangrove dengan Umur Vegetasi yang berbeda di Teluk Awur Jepara.

Mangrove berfungsi sebagai tempat berlndung, mencari makan (feeding ground), memijah (spawning ground) dan pengasuhan (nursery ground), dimana banyak jenis ikan menghabiskan awal siklus hidup meliputi stadia telur, larva dan benih di dalamnya. Mangrove di kawasan Teluk Awur Jepara yang semula rusak direhabilitasi melalui kegiatan Mangrove Replant (MR). Hasil MR membentuk zonasi mangrove berdasarkan umur vegetasi yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap struktur komunitas larva dan benih ikan di kawasan tersebut.

Read more…

Studi Tingkat Herbivori Daun Mangrove di Komunitas Mangrove Ujung Piring. Mlonggo, Jepara

26 Januari 2011 Tinggalkan Komentar

Aspani. Studi Tingkat Herbivori Daun Mangrove di Komunitas Mangrove Ujung Piring. Mlonggo, Jepara.

Komunitas mangrove berperan penting bagi lingkungan mangrove dan sekitarnya, antara lain sebagai sumber bahan organik. Seperti halnya tumbuhan lain, mangrove di Kawasan Ujung Piring diduga mengalami herbivori yang akan berakibat hilangnya sebagian luasan daun dan akhirnya akan mengurangi produksi bahan organik. Penelitian tentang tingkat herbivori mangrove di kawasan Ujung Piring belum pernah dilaksanakn sehingga penelitian tentang hal tersebut perlu dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat herbivori dan pengaruh dari spesies dan umur daun terhadap tingkat herbivori.

Read more…

Efektivitas Pemberian Pupuk Organik bagi Pertumbuhan Semai Mangrove Rhizophora mucronata dan Ceriops decandra pada Persemaian di Teluk Awur Jepara

26 Januari 2011 Tinggalkan Komentar

Muhammad Ikhsan Sri Hartadi. Efektivitas Pemberian Pupuk Organik bagi Pertumbuhan Semai Mangrove Rhizophora mucronata dan Ceriops decandra pada Persemaian di Teluk Awur Jepara.

Ekosistem mangrove memiliki peran yang penting bagi lingkungan pesisir. Pemanfaatan yang berlebihan mengakibatkan kerusakan pada ekosistem mangrove. Oleh karena itu, perlu digalakkan berbagai kegiatan rehabilitasi, salah satu tahapannya adalah masa persemaian. Rehabilitasi mangrove pada saat persemaian ada masa kritis seperi pemangsaan propagul oleh kepiting. Untuk memperpendek masa kritis tersebut, maka dicari upaya untuk mempercepat pertumbuhnnya. Salah satu alternatif yang mungkin bisa dilakukan adalah pemupukan.

Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.