Bisakah mangrove dibudidayakan?

Bisa. Bahkan sangat bisa. Saat ini, program penanaman mangrove untuk merehabilitasi kawasan pesisir yang diadakan oleh pemerintah dan swasta, sedang gencar-gencarnya dilakukan, seiring dengan berkembangnya wacana pemerintah Indonesia, untuk mulai melirik daerah pesisir pantai dan laut, sebagai salah satu tujuan pembangunan. Program rehabilitasi ini tentunya membutuhkan banyak bibit mangrove untuk ditanam. Pembudidayaan biji mangrove menjadi bibit yang siap jual, tentunya menjadi ladang bisnis yang sangat menggiurkan.

Di Rembang contohnya, bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata dan R. apiculata dijual dengan kisaran harga Rp. 500,- sampai dengan Rp. 1000,-. Padahal untuk satu kali program penanaman, biasanya dibutuhkan tak lebih dari sepuluh ribu bibit. Dari pengalaman di Rembang, untuk mulai membibitkan mangrove, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Lokasi
Lokasi pembibitan berada di daerah mangrove hasil reforestasi kelompok tani pimpinan Pak Yadi, yang dimulai tahun 70-an. Untuk lokasi penampungan bibit siap jual, disediakan empat buah petak untuk Rhizophora mucronata dan R. apiculata.

2. Cara pembibitan
Benih yang jatuh di lokasi pembibitan dibiarkan, hingga mencapai umur kurang lebih tiga bulan. Kemudian, setelah tiga bulan, bibit diambil dan ditanam di polybag (kantong plastik kecil berwarna hitam), untuk selanjutnya dibawa ke lokasi penampungan bibit siap jual.

Tempat penampungan bibit siap jual berupa bedeng yang ditutup dengan daun kelapa, dengan persentase penutupan terhadap cahaya matahari antara 50% – 75%. Bedeng ini dilengkapi dengn jalan setapak dan sirkulasi air untuk penyiraman.

3. Tenaga kerja
Tenaga kerja untuk pembibitan dan pengangkutan bibit dari lokasi pembibitan ke bedeng bibit siap jual, diambil dari anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar yang terdiri dari anak-anak, pemuda, bapak-bapak, bahkan ibu rumah tangga.

4. Penjualan
Bibit dijual ke berbagai instansi di dalam dan luar Rembang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s