Mangrover, mangrovewan dan mangrovewati

Foto di samping ini adalah para mangrover (baca: mangrovewati) KeSEMaT yang sedang melakukan pembibitan mangrove di Arboretum KeSEMaT Teluk Awur Jepara. Di KeSEMaT, sebutan mangrover memang sudah menjadi icon. KeSEMaT-lah yang pertama kali memperkenalkannya ke publik dan menyebut anggotanya sebagai mangrover. Alhamdulillah, kini kata ini telah banyak digunakan orang dan artinya bergeser menjadi orang yang peduli dan cinta mangrove. Tentu saja kami bangga.

Sebutan mangrover sudah sedemikian populernya. Namun bagaimana dengan sebutan Mangrovewan dan Mangrovewati? Siapa itu mangrovewan dan siapa juga mangrovewati. Mangrovewan adalah anak-anak KeSEMaT berjenis kelamin pria, sedangkan bagi yang berjenis kelamin sebaliknya mendapatkan sebutan mangrovewati.

Agak nyentrik, ya? Memang. Anak-anak KeSEMaT bangga menyandang gelar tersebut. Kata mereka, sebutan itu bisa menstimulus mereka untuk lebih giat bekerja demi mengkonservasi dan menyelamatkan mangrove, terutama di Teluk Awur Jepara. Apakah sebutan ini bisa direspon oleh masyarakat dan cepat populer layaknya mangrover? Waktu yang akan menjawabnya. Kita tunggu saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s