Menanam mangrove itu mudah. Ayo, menanam mangrove. Sekarang!

“Apakah orang kantoran (orang awam) seperti saya, bisa ikut melestarikan mangrove? Bagaimana caranya?” Ini pertanyaan menarik yang diajukan oleh seseorang Bapak, via email KeSEMaT. Kata beliau, beliau masih awam dalam bidang pelestarian mangrove, namun memiliki niat yang kuat untuk ikut serta dalam usaha pelestarian mangrove. Sayang, beliau belum tahu bagaimana caranya.

Menurut hemat saya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Kalau Anda bertempat tinggal jauh dari lingkungan pesisir, Anda bisa bergabung dengan organisasi-organisasi mangrove di sekitar Anda, untuk ikut serta menyumbangkan ide dan pikiran konservasi Anda. Akan tetapi, kalau Anda malas untuk bergabung dalam sebuah organisasi, menjadi donatur, adalah pilihan lain yang bisa Anda pilih.

Kemudian apabila Anda hidup tak jauh dari daerah pesisir, saya sarankan secara rutin, Anda menyempatkan diri untuk berkunjung ke vegetasi mangrove setempat, dan membantu daya regenerasi mangrove dengan cara melakukan program penanaman secara langsung (bukan melalui pembibitan). Penanaman secara langsung ini bisa dilakukan, asalkan setelah melakukan penanaman, Anda melakukan program perawatan dengan benar.

Bagaimana caranya? Caranya sangat mudah. Untuk spesies Rhizophora dan Bruguiera, yaitu jenis mangrove yang buahnya berbentuk seperti kacang panjang (lihat foto di atas), Anda cukup mengambil propagul (buah mangrove), kemudian buka penutup buahnya (bagian atas) dan langsung tancapkanlah ke dalam lumpur, dengan kedalaman kira-kira 1/3-nya atau sampai dengan propagul itu kuat menancap di lumpur. Akan lebih baik lagi, apabila Anda mencari potongan ranting/bambu dan mengikatkan propagul itu pada potongan ranting/bambu itu, dengan tali rafia. Untuk jarak tanam, Anda bisa gunakan 1 meter x 1 meter, dengan asumsi bahwa program penanaman Anda ini ditujukan untuk merehabilitasi daerah pesisir yang gundul.

Tapi mohon, jangan sampai mandeg di situ saja, ya. Untuk program perawatannya (ini yang paling penting), mohon sudilah Anda menyempatkan waktu (mungkin sambil berjalan-jalan pagi atau sore), datang lagi ke daerah pesisir itu, dan melakukan pengecekan terhadap buah-buah mangrove yang sudah Anda tanam tadi. Jika ada propagul yang hanyut dan atau roboh tergerus ombak, segera gantilah dengan yang baru. Mudah, kan? Kalau hal ini terus menerus Anda lakukan, selain mendapat pahala dari Tuhan YME, setelah beberapa bulan, tumbuhan mangrove muda (seedling) akan segera tumbuh “menyapa” Anda, dan mulai menunaikan tugasnya untuk menjaga pesisir kita dari amukan abrasi pantai. Mudah sekali menanam mangrove. Ayo, tanam mangrove. Sekarang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s