Kartu lebaran spesial buat mangrove

Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang lebaran seperti ini, Kantor KeSEMaT dibanjiri kartu lebaran dari para mitra dan koleganya. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, setiap hari rata-rata bisa mencapai puluhan kartu lebaran. Tentu saja, isi dari masing-masing kartu lebaran tersebut adalah ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri dan permohonan maaf atas segala khilaf dan salah yang mungkin saja telah terjadi dalam masa satu tahun bekerjasama.

Bentuk dan style-nya unik dan bervariasi sesuai dengan kreativitas para pembuatnya. Saya lihat, ada beberapa buah kartu lebaran yang sengaja dibuat sendiri namun tak sedikit pula yang dibuatkan oleh pihak ketiga alias membeli jadi.

Seolah tak mau kalah dengan para mitra kerjanya, KeSEMaT juga membagikan beberapa puluh kartu lebaran kepada mitra kerjanya, baik yang disampaikan secara langsung maupun yang dikirim lewat pos. Setiap tahun, “acara rutin” seperti ini selalu terjadi dan berulang, untuk menjaga tali silaturahmi dan memupuk rasa saling persaudaraan antara KeSEMaT dengan kolega-koleganya.

Namun, dibalik acara rutin tahunan pembagian kartu lebaran kepada para mitranya, sebenarnya KeSEMaT merasakan kurangnya satu hal penting yang belum bisa dilaksanakan di hari-hari menjelang lebaran. Apakah itu? KeSEMaT yang notabene selama enam tahun ini telah bermitra dengan sangat baik sekali dengan mangrove, belum pernah sekalipun memberikan dan mengirimkan kartu ucapan lebarannya kepada tumbuhan peisisir itu!

Memang, lebaran hanya diperuntukkan untuk umat manusia yang telah berhasil berperang melawan segala macam hawa nafsu, lapar dan dahaga selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Namun demikian, esensi lebaran lainnya yaitu sebuah ucapan permohonan maaf, tak ada jeleknya juga apabila disampaikan kepada alam (baca: mangrove). Bukankah Tuhan YME selalu menginginkan agar manusia tidak hanya melulu berhubungan baik dengan sesama manusia tetapi juga menyeimbangkan hubungan sosialnya dengan lebih dekat lagi kepada alam sekitarnya, yang selama ini telah hidup berdampingan dengan mereka (?).

Untuk itulah, setelah lebaran nanti, kartu lebaran spesial yang khusus dibuat hanya untuk mangrove, akan segera dikirimkan KeSEMaT kepada mangrove, yang berada di daerah pesisir Trimulyo Semarang. Isinya bukan hanya ucapan permintaan maaf secara tekstual saja, melainkan juga sebuah tindakan nyata penyulaman dan penanaman bibit-bibit mangrove untuk membalas segala kesalahan yang telah kami lakukan kepada mangrove selama satu tahun belakangan ini.

Kami sadar bahwa manusia seperti kami telah banyak melakukan kerusakan di daerah pesisir dengan wujud yang bermacam-macam. Kami telah dengan tega menebang pepohonan mangrove tanpa izin kepada sang empunya, kami juga telah semena-mena mengakuisisi tanah-tanah milik mangrove yang kemudian kami rombak menjadi perumahan dan tambak-tambak ikan. Selain itu, kami juga dengan beraninya telah menganggap mangrove sebagai daerah tak berguna sehingga kami membuang sampah apapun ke sana.

Semoga dengan pengiriman kartu lebaran spesial yang khusus kami buat hanya untuk mangrove ini, mangrove mau memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan kami kepada mereka.

Dengan ini, di hari yang penuh maaf ini, KeSEMaT yang mewakili seluruh umat manusia yang ada di dunia, ingin mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, lahir dan batin kepada mitra kerja kami bernama mangrove yang tersebar di seluruh penjuru bumi. Kami sadar, kami juga tahu bahwa selama ini, Anda telah banyak menderita akibat ulah kami. Untuk itu, sekali lagi, kami mohon dengan sangat, maafkanlah semua kesalahan kami.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s