Cegah global warming dengan menanam mangrove. Sekarang!

Sudah dua bulan ini, di siang hari, saya tak bisa lagi tidur siang dengan nyenyak. Memang, kualitas tidur siang saya mulai luntur, akhir-akhir ini. Kesejukan hawa Tembalang, yang selama sembilan tahun ini selalu menyelimuti tubuh mungil saya, tak bisa lagi saya rasakan. Dinginnya kawasan Semarang Atas, juga tak bisa lagi saya nikmati karena tergerus oleh panasnya suhu, yang pada akhirnya memaksa saya untuk menyalakan dua buah kipas angin, hanya untuk mendapatkan kembali kualitas tidur siang, yang saya inginkan.

Padahal, sebelum delapan minggu ini, Tembalang adalah sebuah kawasan pegunungan nan sejuk yang walaupun di musim kemarau-pun, waktu siangnya akan selalu terasa dingin dan nyaman untuk ditiduri.

Pemanasan global (Global Warming – GW), adalah dua kata yang langsung saya tuduh sebagai penyebab dari kerusakan pola tidur siang, saya. Panasnya cuaca di Tembalang sekarang ini, saya duga adalah sebagai pengaruh perubahan iklim dunia (Climate Change – CC) sehingga menyebabkan temperatur bumi semakin menaik.

Di luar sana, segala macam cara dan upaya sudah mulai dilakukan oleh manusia untuk mencegah dan mengatasi GW. Salah satunya adalah dengan mengadakan pertemuan-pertemuan dalam bentuk seminar, workshop, lokakarya, dan lain sebagainya baik tingkat regional, nasional dan internasional. Sebuah forum untuk menanggulangi efek buruk GW kabarnya juga akan segera diinisiasi oleh British Council di Bogor dan Bali, akhir tahun ini.

Forum internasional ini akan mempertemukan para pemimpin muda dari 13 negara di dunia, yang akan membahas segala permasalahan seputar GW dan CC. Tentu saja, ini adalah sebuah semangat dan usaha yang sangat baik sebagai sumbangsih manusia dalam menyelamatkan bumi demi kelangsungan hidupnya di masa mendatang.

Namun demikian, kiranya perlu diingat bahwa segala bentuk pertemuan itu, tak akan ada artinya apabila tidak dibarengi dengan usaha nyata untuk melakukan pencegahan GW dan CC seperti gerakan menanam pohon, misalnya. Tak bisa dipungkiri, pohon menjadi salah satu media ampuh untuk menyerap segala bentuk bahan karbon di udara yang ditengarai sebagai salah satu penyebab terciptanya GW.

Bicara soal pohon, mangrove sebagai sebuah populasi tumbuhan pesisir, juga memilki peranan yang sangat penting sebagai salah satu penyerap zat karbon tersebut. Dengan melakukan penanaman satu buah bibit mangrove saja (apabila kelak bibit ini berhasil tumbuh menjadi pohon mangrove dengan berhelai-helai daunnya), kita sudah bisa berhasil mereduksi sekian persen karbon yang saat ini sedang sangat leluasa menguasai bumi dan melayang-layang di udara.

Untuk itu, marilah kita bersama-sama melakukan gerakan penanaman mangrove di pesisir kita, untuk menurunkan suhu permukaan bumi yang semakin panas. Kalau tidak kita yang melakukan ini, mau siapa lagi? Ayo mulai menanam mangrove di pesisir terdekat kita. Jangan tunda lagi, lakukan SEKARANG!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s