Kenapa mangrove tak tumbuh di Pesisir Pantai Selatan Pulau Jawa?

Judul artikel ini, “Kenapa mangrove tak tumbuh di Pesisir Pantai Selatan Pulau Jawa (PPSPJ)?” menjadi sebuah pertanyaan yang paling sering dikirimkan ke email KeSEMaT, di bulan ini. Tak hanya email, bahkan setiap kali ada mahasiswa yang berkonsultasi praktek kerja lapangan dan skripsi ke Kantor KeSEMaT, mereka selalu saja menanyakan hal yang sama. Pertanyaan ini, sebenarnya adalah pertanyaan klasik, alias sudah sering didiskusikan dan dibahas di setiap acara KeSEMaTHURSDAY. Namun demikian, karena pengetahuan tentang jawaban ini masih sangat terbatas hanya di kalangan KeSEMaTERS saja, kiranya kami perlu memberikan informasi dan mengulasnya kembali di KeSEMaTBLOG dan KeSEMaTWORDPRESS, agar bisa “dinikmati” dan dimengerti oleh masyarakat secara lebih luas lagi. Pada dasarnya, pola sebaran mangrove sangat tergantung dengan karakteristik habitat dan daya adaptasi mangrove sendiri. Seperti diketahui, salah satu daerah yang “disukai” mangrove sehingga dijadikan tempat tinggalnya adalah sebuah tempat yang memiliki karakteristik gelombang laut nan kecil di lokasi yang teduh dan terlindung.

Sebuah tempat di PPSPJ, bernama Parangtritis, walaupun ada sedikit spesies mangrove yang ditemukan (jadi, di PPUPJ mangrove tetap tumbuh tapi tidak tumbuh atau terdistribusi secara normal), namun tak teridentifikasi adanya tegakan murni dari spesies mangrove mayor seperti Rhizophora, Sonneratia dan jenis perintis lainnya. Mengapa mangrove absen di daerah ini? Satu jawaban pasti karena Parangtritis memiliki gelombang besar. Bahkan menurut catatan, keganasan gelombang pantainya telah seringkali menelan korban manusia. Beberapa kasus hilangnya manusia di pantai ini, seringkali dilaporkan dan dikaitkan dengan sebuah mitos keberadaan sang penguasa laut selatan bernama Nyi Rodo Kidul (NRK).

Benar tidaknya legenda NRK, sepertinya tak perlu dibahas di sini. Namun, fakta tentang banyaknya kasus terseretnya manusia ke pantai ini, agaknya perlu dicermati. Kenyataan ini seolah menunjukkan dan telah membuktikan bahwa tipe gelombang di Parangtritis memang besar dan sangat ganas. Sayangnya, tipe gelombang seperti ini, tidak disukai mangrove untuk dijadikan sebagai habitatnya, sehingga dia ogah bertempat tinggal di daerah seperti ini. Karena hal-hal seperti inilah, mangrove tak ditemukan bukan hanya di Parangtritis saja, tapi juga hampir di semua PPSPJ.

Selanjutnya, timbul pertanyaan, mengapa PSJ memiliki gelombang besar (?) Salah satu penyebabnya adalah PPSPJ berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, sebuah samudera luas dengan gelombang besarnya. Hal ini, berbeda sekali dengan kondisi di Pesisir Pantai Utara Pulau Jawa (PPUPJ) yang tak berbatasan dengan samudera melainkan hanya Laut Jawa yang relatif tenang serta dibatasi dengan banyak pulau yang mengakibatkan kondisi lingkungan di PPUPJ cenderung tenang dan teduh. Maka, mangrovepun banyak hidup dan terdistribusi luas di PPUPJ (lihat foto di atas, pada saat KeSEMaTERS melakukan survey benih mangrove Mangrove Cultivation 2008, terlihat distribusi mangrove di Ujung Piring Jepara – Jawa Tengah).

PPSPJ yang langsung berbatasan dengan samudera luas, adalah juga salah satu penyebab mengapa mangrove tidak ditemukan di pesisir selatan ini. Seperti yang telah diutarakan di atas bahwa tak adanya batasan pulau dan lekukan seperti tanjung dan teluk, mengakibatkan PPSPJ menjelma sebagai sebuah tempat datar alias flat tanpa pelindung, sehingga tak mampu melindungi mangrove dari terpaan gelombang besar. Untuk itulah, mangrove absen di daerah ini.

Demikian penjelasan tentang pola distribusi mangrove. Walaupun masih ada faktor lainnya yang menyebabkan tak adanya mangrove di PPSPJ, namun karena dua faktor inilah yang paling berpengaruh besar, maka dua faktor inilah yang dibahas. Semoga, artikel ini bisa memberikan informasi yang baik dan berguna bagi kita semua. Amin. Salam MANGROVER!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s