Mengapa substrat di ekosistem mangrove selalu berlumpur dan apakah mangrove adalah spesies yang dominan di estuaria?

Minggu-minggu ini, ada dua buah pertanyaan dari Bapak Sarno yang menanyakan tentang (1) Mengapa substrat di ekosistem mangrove selalu lumpur/berlumpur dan (2) Apakah daerah estuaria itu (deskripsinya). Untuk pertanyaan mengapa mangrove hidup di lumpur, sepertinya telah terjawab dengan sendirinya karena habitat mangrove adalah di daerah estuaria yang notabene selalu terkena pasang surut sehingga daerahnya selalu tergenang secara berkala atau terus-menerus oleh air pasang. Proses penggenangan inilah yang menyebabkan substrat mangrove “selalu berlumpur”.

Tetapi, tak selamanya mangrove berhabitat di daerah berlumpur. Hanya spesies-spesies tertentu saja yang hidup di daerah ini, misalnya Rhizophora spp. Beberapa jenis mangrove seperti Pandanus spp, Bruguiera spp, Avicennia spp dan Sonneratia spp, ternyata lebih menyukai substrat berpasir sebagai tempat hidup mereka. Lihatlah foto di atas, pada saat KeSEMaTERS berkunjung ke site Pandanus di Arboretum KeSEMaT Teluk Awur Jepara, terlihat bahwa substratnya (juga) berpasir. Sebagai tambahan informasi, di Teluk Awur dan Ujung Piring Jepara, beberapa jenis Rhizhopora sp dan Sonneratia sp, ditemukan di pantai dengan substrat karang berlumpur.

Selanjutnya, Rhizophora stylosa dan Sonneratia alba juga mampu tumbuh di pantai berbatu. Tak hanya itu, mangrove juga hidup di daerah pantai bergambut seperti di utara Teluk Bone dan sepanjang Larian – Lumu, Sulawesi Selatan (Noor, dkk, 1999).

Pertanyaan kedua adalah tentang estuaria. Untuk pertanyaan tentang “front” (sebutan Bapak Sarno untuk estuaria), kami rasa Bapak Sarno telah bisa menjawabnya dengan baik, yaitu sebuah ekosistem yang terdapat di antara daratan dan lautan. Estuaria secara langsung berhubungan erat dengan obyek studi yang kita pelajari, yaitu mangrove. Bagaimana mekanisme pembentukan estuaria (?), tentunya hal ini berkaitan sekali dengan proses fisika kimia yang terjadi di estuaria seperti transpor sedimen, gelombang, arus, proses geologi dan lain sebagainya.

Untuk biota yang hidup di estuaria, di KeSEMaTBLOG sebenarnya sudah banyak dibahas. Beberapa artikel tentang flora dan fauna mangrove juga banyak dijumpai. Selanjutnya, dari beberapa literatur yang ada, seperti di Hogarth, Tomlinson, Bengen, dan lain sebagainya, secara umum bisa disimpulkan bahwa biota di estuaria bisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu di bagian bawah substrat, di substrat dan di atas substrat. Untuk jenis-jenisnya sangat bervariasi mulai dari beberapa jenis mangrove mayor (Rhizophora, Avicennia, Sonneratia), mangrove minor dan asosiasi, gastropoda (keong), kepiting (crab), ikan gelodok (mudskipper), kupu-kupu, lebah, hingga buaya, musang, biawak, bermacam-macam jenis burung dan lain sebagainya.

Untuk pertanyaan apakah mangrove merupakan tumbuhan yang dominan di estuaria? Kami jawab, ya. Mengapa demikian? Karena mangrove merupakan tumbuhan yang paling berhasil beradaptasi dengan baik di lingkungan estuaria yang “ganas”. Mengapa ganas? Karena kurangnya suplai oksigen di air, mengakibatkan air di daerah mangrove bersifat anoksik (baca: kekurangan oksigen sehingga bersifat “racun”). Dan, mangrove ternyata mampu beradaptasi dengan baik, di lingkungan yang ekstrim seperti ini. Untuk itulah, mangrove ditemukan paling dominan di estuaria.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s