Asyiknya menjadi guru mangrove di SD

Pada tanggal 10 Juni 2008, KeSEMaT yang diwakili oleh Isna Bahtiar (DP), Handung Nuryadi (Presiden), Faradhian Fahmi (MENPORSI), Sunanto Kusuma P. (MENSEK), Windy Indra Ardiansyah (MENDIKTAN), dan Aris Priyono (DK), melakukan pengajaran mangrove ke SD 01 dan SD 02 Trimulyo – Genuk Semarang Jawa Tengah. Pengajaran dimulai pada pukul 07.00 WIB – 12.00 WIB.

Pengajaran mangrove ini adalah salah satu rangkaian program KeSEMaT Goes To School (KGTS) 2008: Penyulaman dan Pengajaran Mangrove ke Pelajar se-Semarang. Materi yang diberikan adalah berbagai pengetahuan tentang mangrove seperti pengertian mangrove, pengenalan jenis-jenis mangrove, tempat hidup mangrove, flora dan fauna yang hidup di mangrove, fungsi mangrove, dan ancaman mangrove.

Pengajaran juga diselingi dengan tanya jawab dan diskusi interaktif antara KeSEMaTERS selaku GM dengan para siswa untuk mengetahui seberapa besar penyerapan siswa terhadap materi mangrove yang telah diberikan. Untuk pelajar SD, pengajaran berikutnya akan dilanjutkan pada tanggal 13, 17 dan 20 Juni 2008 di lokasi dan tempat yang sama.

Menjadi GM untuk siswa-siswi SD, memang susah-susah gampang. Dua kali susahnya, karena untuk membuat diam para siswa, saja, kami harus bekerja ekstra keras dengan berkali-kali mengingatkan kepada mereka untuk bisa mendengarkan materi yang kami sampaikan.

Maklumlah, adik-adik kecil kita ini masih duduk di kelas 4 dan 5, berumur sekitar 10-11 tahunan, yang notabene masih sering sukar memfokuskan diri pada materi.

Selanjutnya, selain susah, ada juga senangnya. Terbukti, daya serap mereka terhadap buku Bahan Ajar Mangrove (BHM): Mari Belajar Mangrove, yang telah kami susun, sangatlah bagus. Inilah yang membuat kami senang. Kami juga bangga karena selama pengajaran, para siswa seringkali menanyakan beberapa pengertian mangrove yang sekiranya tidak dimengerti oleh mereka. Hal ini, membuat suasana pengajaran sangat kondusif, sesuai dengan yang kami harapkan.

Di akhir pengajaran, kami sengaja membuat ulangan materi mangrove yang telah kami berikan, dengan cara meminta mereka untuk menuliskan pengertian tentang mangrove, flora dan fauna yang hidup di mangrove dan beberapa materi lainnya. Kami meminta beberapa siswa untuk maju ke depan, dan menuliskan pengertian tersebut ke papan tulis.

Hasilnya, apabila dipersentase, penguasaan materi mangrove mereka mencapai 80%. Bahkan, beberapa siswa telah mengetahui apa itu: (1) Rhizophora yang disebut mereka dengan Bongko/Bakau, (2) Abrasi yang mereka kenal dengan pengikisan tanah, (3) Hutan Payau yang dikenal mereka dengan hutan air asin dan air tawar, dan beberapa “pengertian-mangrove” lainnya.

Sebuah kesimpulan dari hari pertama mengajar mangrove di SD 01 dan SD 02 Trimulyo, Semarang adalah bahwa sangat penting menanamkan rasa sayang dan cinta mangrove semenjak dini. Di saat jiwa dan hati para generasi muda kita ini masih bersih dan jernih, sebuah kebiasaan memperlakukan mangrove dengan cinta akan mudah sekali tumbuh kelak mereka dewasa. Apa pasal? Karena mereka telah tahu dan terbiasa mencintai dan menyayangi mangrove, sedari kecil. Salam MANGROVER!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s