Serunya perang lumpur!

Di setiap Mangrove REpLaNT (MR) yang diadakan oleh KeSEMaT, entah kenapa, selalu saja ada sebuah perang dingin antara peserta dengan peserta, panitia dengan panitia dan panitia dengan peserta. Namun, jangan salah, perang dingin ini sama sekali tak pernah memakan korban jiwa manusia. Amunisi dan senjata biologis juga tak pernah digunakan. Satu-satunya senjata yang dipakai untuk perang ini berbentuk tak beraturan, berwarna hitam, kenyal, dan berair yaitu L U M P U R. Di perang ini, setelah perangnya selesai, semuanya juga tak bakalan mati melainkan menjadi semakin sehat, akrab, dan gembira. Perang apakah, itu? Itulah Perang Lumpur (PERPUR).

PERPUR selalu diadakan oleh KeSEMaT di setiap MR. Tujuan dari PERPUR adalah untuk:
1. Mengakrabkan peserta dengan panitia, peserta dengan peserta dan panitia dengan panitia.
2. Menumbuhkan rasa kedekatan antara peserta dengan alam dalam hal ini lumpur-lumpur mangrove yang merupakan salah satu bagian dari ekosisitem mangrove.
3. Menunjukkan kepada peserta bahwa lumpur mangrove yang bagi sebagian orang dirasa jorok, kotor dan menjijikkan sebenarnya adalah sebuah sedimen lembut nan halus yang sangat berguna bagi tumbuh kembangnya mangrove.
4. Sebagai arena wisata mangrove yang menyenangkan dan menggembirakan sehingga wacana publik yang menganggap mangrove sebagai sebuah daerah sampah tak berguna, bisa mulai dirubah.

PERPUR akan dimulai sesaat setelah penanaman bibit-bibit mangrove selesai dilakukan oleh para peserta dan panitia. Dengan komando dari Koordinator Lapangan (KORLAP) MR, lumpur akan segera dilemparkan ke tubuh para peserta dan panitia MR. Tak ada aturan yang jelas dalam PERPUR, yang pasti, setiap peserta PERPUR harus bisa memastikan bahwa di akhir PERPUR, tak akan ada peserta atau panitia MR, yang mengenakan pakaian yang bersih dari lumpur.

Selanjutnya, menurut polling yang disebarkan oleh KeSEMaT, PERPUR adalah juga merupakan kegiatan yang paling ditunggu-tunggu karena selain seru, peserta dan panitia MR bisa melepaskan kepenatan dengan bermain-main lumpur di rawa-rawa mangrove, setelah menanam ribuan bibit-bibit mangrove. Lihatlah foto di atas. Para peserta dan panitia MR 2008, nampak berfoto bersama. Cermatilah pakaian dan badan mereka. Kami jamin Anda tak akan bisa menemukan satu badan pun helai pakaianpun yang terbebas dari lumpur-lumpur mangrove. Wajah cantik dan tampang ganteng tak akan kelihatan lagi. Semuanya belepotan penuh lumpur. PERPUR memang seru! Mau merasakan serunya PERPUR? Sabar, ya. Tunggu MR 2009. Salam MANGROVER!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s