“Burung-burung Mangrove,” Mulai Bermain dan Bersarang di Arboretum Mangrove KeSEMaT, Jepara

Jepara – KeSEMaTWORDPRESS. Pertengahan November yang lalu, sewaktu melakukan syuting tentang kegiatan pemeliharaan mangrove kami, dengan reporter TRANSTV Jakarta, kami sangat senang karena mendapati Burung-burung Mangrove (BBM) (kami sengaja menyebutnya demikian, karena kami belum mengetahui jenisnya) “mulai ditemukan,” beterbangan di angkasa, berputar-putar di pantai Teluk Awur, kemudian bersarang di Arboretum Mangrove KeSEMaT (AMK). Lihatlah foto di samping, ini. Beberapa KeSEMaTERS terlihat mendongakkan kepalanya, melihat segerombolan BBM sedang beterbangan menuju ke AMK.

Foto ini kami abadikan, sesaat setelah kami keluar dari lokasi syuting yang pertama yaitu bedeng persemaian bibit mangrove, menuju ke lokasi syuting berikutnya yaitu lokasi penanaman bayi mangrove kami. Keberadaan BBM, tak lepas dari semakin lebatnya pohon-pohon mangrove yang ada di AMK.

Tujuh tahun yang lalu, tepatnya tahun 2001, tak pernah sekalipun kami melihat pemandangan indah nan menawan, seperti ini, yaitu berbagai spesies BBM nampak bermain-main di langit pantai Teluk Awur yang (sebenarnya) indah. Di tahun itu, pantai Teluk Awur Jepara, tak ubahnya bagai sebuah habitat mangrove mati, seperti lapangan sepakbola gersang yang tak ada deru nafas kehidupannya.

Untunglah, dengan tekun para KeSEMaTERS yang dibantu oleh pemerintah daerah, para donatur, Universitas Diponegoro, para donatur, masyarakat sekitar dan KeMANGTEER, terus menerus melakukan usaha pemulihan kembali ekosistem mangrove di Teluk Awur, dengan cara melakukan penanaman berbagai spesies mangrove di sana, di setiap tahunnya, melalui program-program mangrove KeSEMaT seperti Mangrove Cultivation (MC) dan Mangrove REpLaNT (MR).

Hasil dari usaha tak pernah putus ini adalah kembali pulihnya ekosistem mangrove di Teluk Awur sehingga berhasil menghidupkan habitat dan menyediakan tempat bertelur, berpijah, beranak pinak, mengasuh anak dan mencari makan bagi bagi flora dan fauna mangrove.

Sebenarnya tak hanya burung saja yang mulai “ramai” ditemukan di AMK. Berbagai jenis binatang mangrove lainnya seperti dari jenis ikan, kepiting, bivalvia, cacing, moluska, kerang, gastropoda, biawak, kupu-kupu, belalang, laba-laba, dan berbagai binatang lainnya, diduga juga semakin beragam jenisnya.

Khusus untuk BBM, sayang sekali kami belum mengetahui jenisnya. Namun demikian, dari beberapa informasi yang kami dapatkan dari masyarakat sekitar, mereka menyebut BBM di Teluk Awur dengan nama Burung Blekok atau Burung Kuntul. Selanjutnya, dari pengamatan kami, jenis BBM di sini juga tak hanya satu jenis saja. Dugaan kami, sedikitnya terdapat lima jenis BBM yang kini memilih AMK sebagai tempat tinggal, bersarang dan beranak pinak bagi keluarganya.

Ke depan, KeSEMaT berencana melakukan sebuah kegiatan pelatihan identifikasi BBM di AMK dengan tujuan untuk mengidentifikasi jenis BBM yang ada di AMK, sekaligus mengenalkan flora dan fauna mangrove kepada masyarakat umum. Untuk mewujudkan rencana ini, kami mengundang komunitas dan organisasi pecinta burung di Indonesia dan dunia, untuk mau “membantu” kami, dalam mewujudkan rencana pelatihan identifikasi BBM bersama dengan KeSEMaT. Kami tunggu partisipasi, Anda. Salam MANGROVER!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s