Para Pelajar di Trimulyo, Kangen Belajar Mangrove, Lagi

Semarang – KeSEMaTWORDPRESS. Saat berkunjung ke Trimulyo (11/08), untuk melakukan pemeliharaan terhadap bibit-bibit mangrove yang telah kami tanam dalam program Mangrove Restoration (MANGRES) 2008, kami bertemu lagi dengan Adik-adik pelajar SD I dan SD II Trimulyo Kecamatan Genuk, Semarang. Sesaat setelah melakukan pemotretan dan mengecek kelulushidupan bibit-bibit mangrove kami, kami memutuskan untuk istirahat sejenak menghadap pada-Nya di mushola. Nah, pada saat selesai sholat, di sebuah mushola yang letaknya tak lebih dari sepuluh meter dari kedua sekolah mereka inilah, kami bertemu dengan mereka.

“Kak KeSEMaT…Kak MANGROVER,” begitu mereka memanggil kami. Kami yang tak menyadari kehadiran mereka, segera menoleh dan mencari asal suara. Ternyata puluhan anak telah berkeliling di samping mushola. Mereka sengaja menghampiri kami untuk sekedar bertatap muka dan menanyakan kabar kami.

“Bagaimana kabarnya, Kak. Kapan belajar mangrove lagi. Kapan lomba gambar mangrove, lagi?”

Kami segera menghampiri mereka. Merasa senang mendapatkan pertanyaan seperti itu, kami menjawabnya dengan senyuman seraya menjelaskan bahwa tahun depan kami akan mengajar dan mengadakan lomba gambar lagi ke sekolah mereka. Tak lupa, kami juga menanyakan tentang kabar mereka.

Para pelajar SD ini, para adik-adik kami ini, adalah para generasi muda Indonesia yang pandai-pandai. Pengetahuan mangrove mereka juga sudah mulai terlihat. Hal ini dikarenakan rumah mereka yang memang berada di sekeliling ekosistem mangrove yang sayangnya sekarang sudah dirubah menjadi area pertambakan. Sewaktu kami melakukan sebuah ulangan kecil untuk mengetahui sampai seberapa besar persentase daya serap mereka terhadap pengetahuan mangrove yang telah kami ajarkan, mereka rata-rata bisa menjawab pertanyaan kami. Sebagai contoh, mereka bisa dengan benar menjawab lima jenis binatang yang hidup di hutan mangrove.

Memang, selama dua bulan berturut-turut yaitu Juli – Agustus 2008, kami telah melakukan pengajaran mangrove di sekolah-sekolah mereka (lihat foto di atas). Tak hanya mengajar saja, para KeSEMaTERS juga telah mengajak mereka bergembira dengan cara menyelenggarakan lomba gambar-mangrove yang hasil gambar para pemenangnya juga telah kami kirimkan ke mitra kami Mangrove Action Project (MAP), di Amerika Serikat, sana. Rencananya, di tahun 2009, hasil gambar tersebut akan dicetak menjadi sebuah kalender, yang akan diedarkan secara luas ke seluruh dunia.

Menatap wajah-wajah polos mereka yang begitu hangat menyapa kami ditambah dengan melihat kedua mata mereka yang menunjukkan adanya sebuah kerinduan terhadap pelajaran mangrove, membuat hati kami tak pernah berhenti berharap. Semoga saja, pelajaran-mangrove akan segera dimasukkan oleh pemerintah ke dalam kurikulum pelajaran mereka. Jadi, ke depan mereka bisa lebih bisa leluasa lagi dalam mengetahui ekosistem mangrove yang setiap hari selalu mereka temui di sekitar rumah-rumah mereka. Dengan demikian, mereka tidak terlalu rindu lagi dengan pelajaran mangrove, karena sudah seringkali diajarkan, dalam keseharian kehidupan mereka. Salam MANGROVER!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s