Siapa yang Menanam Mangrove di Pulau Tirang?

Semarang – KeSEMaTWORDPRESS. Minggu lalu (7/12), sewaktu melakukan survei mangrove untuk pengerjaan proyek identifikasi pemanasan global di Semarang, bekerjasama dengan FoE Jepang dan Yayasan BINTARI di dua lokasi, yaitu Tugurejo dan Karanganyar Semarang, kami mendapati sebuah pemandangan indah nan menggembirakan. Di sepanjang pantai Pulau Tirang, ratusan bibit mangrove berumur kurang lebih lima bulanan, nampak tumbuh subur. Ada dua spesies yang kami lihat telah sengaja ditanam oleh orang/organisasi, yaitu Rhizophora dan Avicennia. Rhizophora telah tumbuh dengan baik dengan persentase kelulushidupan mencapai 40 persen.

Ratusan bibit mangrove berhasil tumbuh di substrat pasir berlumpur di sepanjang pantai yang didominasi oleh Rhizophora. Dengan teknik penanaman langsung menggunakan propagul yang diikat ke ajir, dari kejauhan nampak hamparan hijau daun-daun mangrove-kecil mulai menyembul, keluar dari hipokotilnya.

Walaupun kami lihat kelulushidupannya lumayan, namun kami agak sedikit khawatir dengan kehidupan bayi-bayi mangrove ini, di usia-usia selanjutnya. Kami melihat adanya kekurangcocokkan substrat dengan spesies yang ditanam. Seharusnya, untuk Rhizophora, sebaiknya ditanam di lokasi yang memiliki sedimen lumpur dan bukan pasir. Walaupun bisa tumbuh dengan baik, namun akan lebih maksimal lagi apabila Rhizophora diletakkan di substrat yang disukainya, tadi. Selanjutnya, kami juga melihat beberapa propagul yang ditanam, tak dilepas buahnya sehingga beberapa propagul nampak kering dan mati.

Terlepas dari adanya sedikit kekurangan dalam teknik penanaman mangrove di Pulau Tirang ini, kami bangga dan senang dengan adanya sebuah inisiasi yang telah dilakukan oleh perseorangan atau organisasi di kawasan, ini. Kami turut berdoa, semoga saja bibit-bibit mangrove yang telah ditanam tadi bisa tumbuh dengan subur sehingga bisa melebatkan kembali kawasan Pulau Tirang yang memang sudah banyak dibuka untuk area pertambakan.

Walaupun memang ada sedikit kekurangcocokkan substrat, namun mengingat Rhizophora juga bisa tumbuh di berbagai tingkat variasi sedimen, semoga saja mereka bisa bertahan hidup secara optimal.

Pertanyaannya sekarang, siapa yang telah dengan sengaja, menanam bayi-bayi mangrove di Pulau Tirang, ini? Jika saja kami bisa bertemu dengan orang/organisasi yang telah berbaik hati membuat inisiasi penanaman mangrove di Pulau Tirang ini, kami ingin sekali mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mereka. Terima kasih, karena Anda dan organisasi Anda telah turut serta menyelamatkan ekosistem mangrove di pulau ini. Apakah ada yang tahu, siapa gerangan yang menanam mangrove di Pulau Tirang ini? Salam MANGROVER!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s