Jenis Hama Teritip di Karanganyar dan Tata Cara Penanggulangannya

Semarang – KeSEMaTWORDPRESS. Kali ini, kami akan membahas mengenai teritip, yaitu sejenis Krustasea yang menempel di batang-batang bibit mangrove, terutama jenis Rhizophora. Setelah memposting artikel berjudul “Sejenis Teritip dan Ganggang Laut Menyerang Ekosistem Mangrove di Karanganyar, Semarang,” di Jaringan KeSEMaTONLINE, beberapa pertanyaan mengenai jenis teritip yang memangsa batang-batang mangrove sehingga menyebabkan bibit mangrove mati (lihat foto di samping), berikut tata cara penanggulangannya, ramai disampaikan oleh masyarakat kepada KeSEMaT. Mengenai jenis teritipnya, kami sendiri belum mengetahui secara pasti. Yang jelas, serangan teritip ini begitu dahsyat, hingga mematikan 90% bibit-bibit mangrove yang ditanam di dalam pematang tambak.

Bapak Romy, seorang Cirripedologist (3/02), telah mengirimkan komentarnya atas artikel di atas, di salah satu Jaringan KeSEMaTONLINE, yaitu KeSEMaTWORDPRESS. Beliau mengatakan, “Saya tertarik dengan jenis teritip apa yang jadi fouling buat mangrove tersebut. Apakah saya bisa mendapatkan foto macro dari teritip tersebut? Biasanya yang sangat umum dari jenis Microeuraphia withersi, Chthamalus malayensis, dan Amphibalanus reticulatus (Cirripedia: Balanomorpha).”

Seperti yang telah kami sampaikan di atas, sayang sekali, kami belum yakin betul apakah jenis teritipnya. Bahkan, untuk foto jarak dekatnya, kamipun belum sempat mengabadikannya berkenaan dengan sempitnya waktu dan kendala cuaca (baca: hujan), pada saat kami melakukan survei lokasi proyek mangrove, di sana.

Namun demikian, kami memiliki tips penanggulangan hama teritip ini. Mengenai tata cara penanggulangannya, selain diambil satu persatu per batang (silahkan baca kembali “Sejenis Teritip dan Ganggang Laut Menyerang Ekosistem Mangrove di Karanganyar, Semarang), masih ada cara lainnya yaitu dengan penggunaan zat kimia. Sebuah produk moluskisida ber-merk BENTAN 45 WP (lihat foto di atas – inset), telah dipasarkan ke masyarakat untuk menanggulangi teritip-teritip “nakal”, ini. BENTAN berbentuk tepung berwarna putih, untuk mengendalikan Cerithidae sp di tambak-tambak air payau.

Sebagai informasi, Bapak Suyadi di Rembang, bersama dengan kelompok taninya, terbiasa menggunakan produk ini untuk mengatasi populasi teritip, di tambak-tambak mereka. Caranya mudah sekali, cukup ditaburkan di tambak, maka dalam beberapa menit, teritip yang di Rembang disebut dengan Runti/Trisipan, akan segera mati. Tapi, yang harus diperhatikan dengan seksama adalah sewaktu menggunakan BENTAN, ikan yang berada di dalam tambak harus “dikuras” terlebih dahulu dan dipindahkan ke tempat lainnya, untuk mencegah kematiannya.

Demikian, sedikit tips dari KeSEMaT untuk menanggulangi hama teritip yang sering menyerang tambak-tambak di pesisir. Semoga bisa berguna. Satu pesan dari kami, mohon untuk bisa membaca petunjuk pemakaian yang tercantum dalam BENTAN dengan cermat, agar pemakaiannya tak berlebihan. Penggunaan yang melebihi batas, tentu saja akan sangat berbahaya bagi lingkungan kita. Salam MANGROVER!

5 thoughts on “Jenis Hama Teritip di Karanganyar dan Tata Cara Penanggulangannya

  1. teima kasih atas Innfo dan saran penanggulangan yang cukup konkrit. Tapi saya mau bertanya, selain BENTAN 45 WP apakah kita dapat menggunakan Snaildown 250 EC?

  2. Salam MANGROVER!

    Untuk Snaildown 250 EC sepertinya lebih cocok untuk jenis snail. Beberapa pengalaman kami di lapangan menggunakan produk ini, memang bisa tapi tidak sebagus BENTAN. seperti yang disampaikan @Ratu bahwa BENTAN sebenarnya sudah cukup bagus.

    Namun demikian, informasi terbaru, penggunaan BENTAN ini di beberapa tempat sudah mulai dilarang karena memang bisa mematikan isi tambak dalam jumlah massal. Makanya harus hati-hati sekali.

    Demikian, semoga bermanfaat,🙂

    Semangat MANGROVER!

  3. Saya mempunyai kelong cacak 1th tritip sudah banyak di kayu tiang sehingga ikan takut untuk masuk ke bagan bagai mana mengatasi hama teritip pada pancang atau batang tokat ini

  4. Untuk mengatasinya, biasanya dilakukan secara manual, Pak. Seperti yang dilakukan oleh petani mangrove di Rembang. Jadi, teritip diambil satu persatu dari batang mangrove yang terinfeksi. Agak lama memang, tetapi hasilnya baik. Penggunaan Bentan 45, sejenis moluskisida juga bisa, namun harus diperhatikan caranya dengan seksama karena efeknya bisa mencemari lingkungan. Demikian, Pak. Semoga membantu, ya.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s