Peserta MC 2009 Pergi, Kami Bekerja Sendiri

Semarang – KeSEMaTWORDPRESS. “Peserta MC 2009 Pergi, Kami Bekerja Sendiri.” Memang seperti itulah yang terjadi pada tanggal 2 April 2009. Setelah para Peserta Mangrove Cultivation (MC) 2009 pergi meninggalkan para propagul mangrove di Bedeng Persemaian Mangrove KeSEMaT (BPMK), kami para KeSEMaTERS, harus mulai melakukan pekerjaan-rutin-mingguan kami, dalam rangka menjaga kelulushidupan benih-benih mangrove yang telah ditanam oleh mereka. Program gerakan moral, monitoring benih mangrove yang dinamakan oleh KeSEMaT sebagai KeSEMaT Goes To Arboretum (KGTA) itu, kami lakukan di saat sang Surya mulai nampak menurunkan intensitas sinar teriknya.

Pukul 14.00 WIB, kami berjalan kaki dari asrama mahasiswa Ilmu Kelautan UNDIP Jepara menuju ke BPMK. Tujuan kami satu, yaitu untuk menjenguk bayi-bayi mangrove, merawatnya dan memastikan agar tak ada dari mereka yang “meninggal dunia.” Sampai di BPMK, kaki-kaki kecil kami tak pernah ragu untuk segera mencelupkan dirinya di lumpur mangrove penuh batu, karang dan kerikil. Bekas luka goresan karang-mati di kaki kami, yang belum kering sehabis MC 2009 kemarin belum pula pulih. Tapi, kami tak begitu peduli sehingga memaksakan diri untuk tetap berjalan mendekati para propagul.

Tiga ribu benih Ceriops dan Rhizophora, kami cek satu per satu. Puluhan benih dan bibit Rhizophora yang terletak di sebelah kanan bedeng, terlihat roboh tersapu air pasang. Kami segera mendekati mereka, menegakkannya kembali dan membersihkan sampah-sampah plastik yang menutupi daun-daun mereka. Beberapa buah benih yang lepas dari polybagnya, kami tanam kembali ke plastik hitam tersebut, agar bisa hidup kembali. Penataan benih sesuai dengan spesiesnya juga kami lakukan, untuk memudahkan penghitungan.

Selanjutnya, kami juga menghitung kelulushidupannya dan hasilnya sangat maksimal. Lebih dari 90% benih mangrove yang ditanam oleh 115 Peserta MC 2009, ternyata hidup. Keberhasilan program MC 2009 ini, tak lebih dari teknik pembibitan yang telah benar dipraktekkan oleh mereka. Pukul 16.00 WIB, saat sang Surya semakin menenggelamkan dirinya, pekerjaan mangrove kami sudah selesai. Dengan perasaan puas dan senyuman gembira, kami yang hanya segelintir ini, kembali ke asrama menyusuri pesisir pantai Teluk Awur yang indah. Sementara itu, di cakrawala sana, sunset yang luar biasa indah nampak memberikan senyumannya, seolah memberikan dukungannya kepada kami semua. Salam MANGROVER!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s