Sabun Mangrove, Bisakah Diproduksi Massal?

Surabaya – KeSEMaTWORDPRESS. Apakah Anda bisa menebak, di samping ini foto produk apa? Sirup, Kecap, Saos, Minyak Wangi atau Minyak Goreng (?). Bila demikian pemikiran Anda, maka Anda salah. Di samping ini adalah sabun cair berbahan dasar buah dan bunga mangrove yang diisikan ke dalam empat buah botol minuman. Sabun Mangrove Cair (SMC) ini, diproduksi oleh Ibu-Ibu dari kelompok binaan Ibu Lulut dari Kecamatan Rungkut, Surabaya. Kalau Anda lihat kemasannya yang masih sangat sederhana, itu dikarenakan produk ini masih dalam taraf pengembangan. Artinya, Ibu Lulut bersama dengan kelompok binaannya, masih berjuang keras untuk mengembangkan SM ini, agar bisa diproduksi secara massal.

Sebagai informasi, Ibu Lulut adalah pegawai di Kecamatan Rungkut Surabaya yang berhasil menginisiasi Ibu-Ibu di kecamatan tersebut, agar mau berwirausaha mengembangkan produk-produk inovatif berbahan dasar mangrove, dan berhasil. Sebenarnya tak hanya SMC saja yang berhasil diproduksi, tetapi masih banyak produk lainnya, seperti batik mangrove dan sirup mangrove. Produk-produk berbahan dasar mangrove ini, telah dipamerkan di Pendopo Kecamatan Rungkut, Surabaya.

Khusus untuk SMC, Ibu Lulut memberikan informasi bahwa dia dan kelompoknya membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun hingga mendapatkan hasil yang maksimal, seperti sekarang. Setelah berkali-kali dia dan kelompoknya mencoba membuat SMC berbahan dasar buah dan bunga Sonneratia alba, S. caseolaris dan Calophyllum inophyllum, pada akhirnya di tahun 2009 ini, terciptalah sebuah produk akhir SMC yang aman dan siap pakai.

Ibu Lulut juga menjelaskan bahwa khusus untuk buah S. caseolaris, karena memiliki kandungan tepung yang lebih halus, pada saat proses pembuatan pasta, dapat dihasilkan pasta yang lebih banyak. Hal ini mempengaruhi produksi SMC dimana akan dihasilkan lebih banyak SMC. Seperti diketahui bahwa sebelum mendapatkan sabun cair yang siap pakai, maka buah dan bunga mangrove harus melalui proses pemastaan.

Selanjutnya, empat buah SMC ini, telah diberikan Ibu Lulut kepada KeSEMaT, sebagai oleh-oleh sewaktu para KeSEMaTERS berkunjung ke Rungkut, beberapa hari yang lalu. Dan setelah dicoba, memang sangat memuaskan. SMC ini tak ubahnya seperti sabun cair biasa yang umum ditemui di pasaran dan supermarket. Baunya sangat harum, wangi dan setelah selesai mandi, badan juga terasa bersih dan segar.

Saat ini, Ibu Lulut dan kelompok binaannya sedang mencoba untuk mengurus hak cipta SMC ini, dengan tujuan untuk mematenkan produknya, agar tak terjadi penyalahgunaan hak cipta di kemudian hari. Ke depan, Ibu Lulut mengharapkan adanya kerjasama dengan berbagai pihak agar kemasan SMC bisa lebih menarik dan bisa lebih diterima lagi oleh masyarakat umum.

Merubah mangrove menjadi SMC dan produk-produk mangrove lainnya, tentu saja adalah hal yang sangat positif. Apa pasal? Karena hal yang demikian ini, bisa semakin memperkenalkan mangrove ke masyarakat umum sehingga mangrove tak hanya bisa dimaksimalkan dari segi ekologi saja, melainkan juga dari segi ekonomi. Salam MANGROVER!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s