SUARA MERDEKA: Bledug Kuwu akan Ditanami Mangrove

Semarang – KeSEMaTWORDPRESS. “Bledug Kuwu (BK) akan Ditanami Mangrove,” begitulah judul sebuah artikel di SUARA MERDEKA (SM) Semarang, hari ini (13/04/09). Artikel ini dimuat di halaman Demak – Grobogan (E). Sebuah artikel yang ditulis oleh wartawan SM Semarang ini, sebenarnya adalah berita seputar Program Penghijauan (PP) di lokasi wisata unggulan Purwodadi – Grobogan, berupa lumpur panas yang “meletup-letup,” keluar dari perut bumi. PP akan diselenggarakan pada tanggal 15 April 2009 untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Jawa Tengah atas inisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah yang dibantu oleh KeSEMaT.

Berkaitan dengan pelaksanaan PP di BK, seorang rekan kerja KeSEMaT, yaitu Mbak Kavita, yang menyebut dirinya sebagai Putri Kuwu (karena memang asli berasal dari Purwodadi. Menurutnya, rumahnya hanya lima menit dari lokasi wisata BK yang gersang itu), melalui Jaringan KeSEMaTONLINE – KeSEMaTFRIENDSTER, menceritakan bahwa permasalahan utama penghijauan di BK adalah musim kemarau yang tak kunjung selesai. Sangat lama, berkisar sampai dengan lima bulan. Kami setuju bahwa inilah salah satu hal yang menyebabkan banyaknya program penghijauan mengalami kegagalan.

Terlepas dari banyaknya faktor yang menyebabkan kegagalan penanaman di sana seperti kandungan garam yang terkandung dalam sedimen BK, dugaan adanya sulfur yang bersifat racun di tanah BK, jenis tanaman yang tidak cocok, belum adanya penelitian representatif yang dilakukan di kawasan ini sehingga PP selalu gagal dan hipotesa kawasan BK yang tak bisa ditanami tanaman lagi karena sudah membentuk sebuah ekosistem tersendiri, maka musim kemarau yang sangat panjang, diduga menjadi penyebab utama kematian enam jenis tanaman, setelah ditanam di BK.

Selanjutnya, untuk mangrove, ini adalah uji coba yang pertama kali. Adalah Api-Api (Avicennia) yang merupakan spesies mangrove yang mampu bertahan di kadar garam yang tinggi dan bisa juga hidup di substrat pasir berlumpur dan tempat kering-lah, yang akan mulai diujicobakan ditanam di BK. Sebagai tambahan, jenis tanaman lainnya, yaitu Nyamplung, Cemara dan Ketapang yang telah terbukti berhasil tumbuh baik di BK, juga akan ditanam di beberapa titik lainnya.

Walaupun masih ada sedikit keraguan tentang kelulushidupan dan tepat dan tidaknya jenis tanaman yang telah ditetapkan bersama pada saat mendampingi Panitia HPN, namun sebuah keoptimisan harus selalu ada dan dijunjung tinggi. Ke depan, dengan penelitian yang representatif dan pola monitoring yang benar, yaitu segera melakukan penanaman dengan jenis yang baru, apabila ditengarai terdapat kematian pada Api-Api, Nyamplung, Cemara dan Ketapang, maka kami yakin bahwa beberapa tahun lagi, BK akan menjadi hijau seperti yang diinginkan oleh para masyarakat Grobogan dan Purwodadi.

Tentu saja, semua usaha ini dilakukan tak lain dan tak bukan adalah demi merealisasikan sebuah semangat yang begitu menggebu dan pantang menyerah dari para kelompok tani setempat yang begitu menginginkan pemandangan hijau di BK. Sudah bertahun-tahun mereka menginginkannya, dan semoga saja dengan restu dari-Nya, tahun ini PP di BK bisa berhasil dengan baik. Amin. Mari kita sama-sama berdoa. Salam MANGROVER!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s