Ini Dia, Sang Ulat Mangrove yang Memangsa Rhizophora di Pesisir Trimulyo Semarang!

Semarang – KeSEMaTWORDPRESS. Lihatlah foto di samping ini. Apakah Anda melihat dengan jelas, seekor hewan yang berada di dalam lingkaran merah (?). Kalau Anda menebaknya sebagai seekor ulat, maka Anda benar seratus persen. Ulat ini kami temukan, pada saat kami melakukan penyulaman ribuan bibit mangrove di pesisir Trimulyo, Semarang dalam MANGROVE RESTORATION (MANGRES) 2010. Namun sayang sekali, karena kami tidak menguasai taksonomi ulat, maka kami hanya menamai ulat ini dengan nama Ulat Mangrove (UM), saja.

UM yang nampak sedang makan siang sehingga menghabiskan hingga 75% daun Rhizophora yang telah tertanam baik ini, pada saat kami abadikan, memiliki panjang kurang lebih 10 cm, diameter 1 cm, berbulu tebal warna coklat dan putih. Jumlahnya tak hanya satu, kami menemukan dua ekor UM di dalam satu “pohon”. Entah mengapa, dua ekor UM jenis ini, seringkali kami temukan di sepanjang pesisir Semarang. Mulai dari Mangkang, Mangunharjo, Tugurejo, Tapak hingga Trimulyo, yang notabene adalah wilayah pesisir di Semarang, UM seolah tak pernah absen menampakkan “tajinya.” Memang belum ada penelitian, seputar seberapa besar pengaruh kerusakan daun mangrove yang diakibatkan oleh sang UM. Namun demikian, apabila mendengarkan cerita dari para petani tambak dan nelayan setempat, dimana setiap tahun terus terjadi siklus UM (terutama di Tugurejo), maka kiranya studi pemangsaan sang UM, agaknya harus ada yang mau meliriknya.

Selanjutnya, di tingkat petani tambak dan masyarakat nelayan, juga belum ada upaya dalam skala besar untuk memberantas UM-UM ini, selain mengambilnya satu persatu, menyemprotnya dengan insektisida dan membiarkannya saja, karena setiap tahun siklus UM pasti terjadi. Kami duga, di Semarang, masyarakat pesisinya masih menganggap bahwa UM bukanlah merupakan ancaman yang serius bagi kelangsungan kelulushidupan bibit-bibit mangrove yang telah mereka tanam. Namun demikian, walaupun masih “belum dianggap,” kami agak penasaran dengan jenisnya, apakah UM ini hanya ulat biasa yang juga memangsa daun-daun tumbuhan lainnya atau memang hanya “mengkhususkan” dirinya untuk menyantap dedaunan mangrove, saja (?). Mungkin ada taksonom ulat, yang bisa membantu kami (?). Semangat MANGROVER!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s