KeSEMaT dan Mitra Kerjanya dari Luar Negeri, Bekerja Bersama Selamatkan Mangrove Indonesia!

Semarang – KeSEMaTWORDPRESS. Di samping ini adalah foto salah seorang KeSEMaTER, yaitu Bapak Aris Priyono (Programme Officer) pada saat mendampingi Ms. Simone Frick dari Mangrove For the Future (MFF) Thailand. Foto ini diabadikan, pada saat MFF mengunjungi area kerja KeSEMaT di Kecamatan Tugu Semarang. Kunjungan ini, dalam rangka peninjauan MFF atas hasil kinerja KeSEMaT dalam mendampingi proyek rehabilitasi mangrove di wilayah Tapak Semarang, dengan konsep pemberdayaan masyarakat. Tak hanya dari dalam negeri saja, dari luar negeri, selain MFF, selama kurun sembilan tahun terakhir ini, faktanya KeSEMaT telah berhasil bekerjasama dengan sedikitnya lima institusi luar negeri, diantaranya Wetlands International (WI), Friends of Earth (FoE), Mangrove Action Project (MAP), Tunza Magazine, Greenpeace, PEMSEA dan masih banyak lagi.

Keterlibatan para mitra kerja KeSEMaT dari luar negeri ini, yang kemudian beberapa diantaranya ada yang berkenan membiayai beberapa proyek mangrove di area kerja KeSEMaT, sedikit banyak telah membantu KeSEMaT dan warga pesisir Indonesia dalam meringankan bebannya didalam menerapkan konsep rehabilitasi mangrove secara swadaya, dengan hasil yang sangat memuaskan. Salah satu contoh cerita keberhasilan proyek mangrove KeSEMaT dengan beberapa mitra kerjanya dari luar negeri adalah penanaman bibit mangrove dan pembuatan Alat Pemecah Ombak (APO) di Tapak Semarang, dengan tingkat keberhasilan 90%. Proyek ini, dibiayai oleh FoE. Hal ini tentunya menggembirakan, karena niatan untuk berswadaya dan tak hanya mengandalkan dana dari pemerintah Indonesia saja, ternyata berhasil dilakukan oleh KeSEMaT dengan warga pesisir yang didampinginya.

Namun demikian, keberadaan mitra kerja KeSEMaT dari luar negeri ini, sempat pula dikritisi oleh beberapa pihak yang nampaknya sangat perhatian, sayang dan cinta dengan KeSEMaT, yang meminta agar KeSEMaT (yang notabene adalah institusi mangrove asli Indonesia) lebih selektif lagi didalam memilih mitra kerjanya dari luar negeri, dengan cara mencermati latar belakang dan tujuan implementasi proyek mereka di Indonesia. Dan, tentu saja hal seperti ini telah dipikirkan dengan matang oleh KeSEMaT. Semoga saja, dengan bekerjasama dengan para mitra kerjanya dari luar negeri yang memiliki tujuan, konsep dan kesepahaman yang sama, mangrove di pesisir Indonesia bisa terselamatkan kehidupannya, demi menjaga kelangsungan alam pesisir Indonesia dan dunia, di masa mendatang. Amin. Semangat MANGROVER!

Iklan