Distribusi dan Kelimpahan Polychaeta di Kawasan Hutan Mangrove Klaces dan Sapuregel, Segara Anakan, Cilacap

Ari Basuki Abdulah. Distribusi dan Kelimpahan Polychaeta di Kawasan Hutan Mangrove Klaces dan Sapuregel, Segara Anakan, Cilacap.

Hutan mangrove memiliki produktivitas tinggi dari serasah daun, ranting dan pohon-pohon yang tumbang. Tingginya produktivitas tersebut menjadikan hutan mangrove memilki fungsi ekologis yang penting bagi makhluk hidup lain, antara lain sebagai tempat memijah, pembesaran dan mencari makan. Biota yang hiduppada sistem ekologis mangrove antara lain ikan, udang, kepiting moluska dan polychaeta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi dan kelimpahan polychaeta di lokasi penelitian Klaces dan Sapuregel yang memiliki perbedaan tingkat sedimentasi. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Agustus 2002 di kawasan hutan mangrove Segara Anakan Cilacap.

Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pada masing-masing lokasi penelitian ditentukan tiga transek, yaitu transek I, II, dan III. Masing-masing transek dibagi menjadi tiga sub transek (A, B dan C). Sub transek A letaknya paling luar (dekat dengan sungai), sub transek B di tengah-tengah transek (250 m dari sub transek A), dan sub transek  yang paling jauh dari sungai (500 m dari sub transek A). Dilakukan dua kali ulangan pengambilan sampel pada setiap sub transek. Sampel diambil dalam kuadran 1 m x 1 m dengan kedalaman 10 cm kemudian disaring dengan ayakan 0,5 mm, ditambah dengan formalin 4% kemudian disortir untuk memilah polychaeta dengan material lain. Sampel yang diperoleh diidentifikasi, ditimbang biomassa per famili untuk tiap-tiap stasiun dan disimpan dalam botol sampel dengan alkohol 70% dan diberi label.

Hasil dari penelitian ini ditemukan 20 famili polychaeta, 5 famili di lokasi penelitian Klaces dengan kelimpahan 44,68 ind/m2 dan 17 famili di lokasi penelitian Sapuregel dengan kelimpahan 88,38 ind/m2. Biomassa untuk 4 famili yang dominan di kedua lokasi penelitian tidak memiliki perbedaan yang signifikan kecuali pada famili Capitellidae yaitu 0,026 g/ind di lokasi penelitian Klaces dan di Sapuregel 0,012 g/ind. Indeks Keanekaragaman (H’) di lokasi penelitian Klaces dan Sapuregel masing-masing adalah 0,49 (keanekaragaman famili rendah) dan 1,11 (keanekaragaman famili sedang) dengan indeks keseragamannya (e) 0,27 dan 0,30 (keduanya termasuk kriteria keseragaman famili rendah). Indeks dominasi (C) di lokasi penelitian Klaces 0,64 (terdapat famili yang mendominasi) lebih besar dari Sapuregel yaitu 0,33 (tidak terdapat famili yang mendominasi).

Kata kunci: polychaeta, distribusi, kelimpahan, mangrove.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s