Identifikasi Vegetasi Mangrove dan Tingkat Pemangsaan Propagulnya di Taman Nasional Karimunjawa Jepara Jawa Tengah

Abdullah Habibi. Identifikasi Vegetasi  Mangrove dan Tingkat Pemangsaan Propagulnya di Taman Nasional Karimunjawa Jepara Jawa Tengah.

Komunitas mangrove sebagai bagian dari ekosistem pesisir memiliki fungsi penting secara fisik, ekologis maupun ekonomis. Konversi areal mangrove menjadi wilayah pertambakan dan pemukiman menyebabkan terjadinya penurunan luasan serta tingkat kerapatannya, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi sebagai salah satu bentuk pengelolaan agar dapat didayagunakan secara lestari. Upaya rehabilitasi ekosistem mangrove diutamakan dilakukan dengan menggunakan bibit dari jenis mangrove yang terdapat pada kawasan itu sendiri. Bibit untuk upaya rehabilitasi ini, diutamakan dipilih yang masih baik dan tidak rusak, karena kerusakan yang terjadi pada bibit mangrove seringkali menjadi sebab kegagalan propagul untuk tumbuh menjadi individu baru (seedling). Kerusakan akibat pemangsaan oleh predator dapat terjadi saat propagul masih menempel pada pohon induk atau pra-penyebaran  (pre-dispersal) maupun setelah terlepas dan jatuh dari pohon induk atau paska-penyebaran (post-dispersal).

Penelitian ini, dilaksanakan pada bulan April – Mei 2004 dengan tujuan untuk mengidentifikasi vegetasi mangrove (dalam hal ini dibatasi hanya elemen mayor saja) dan mengetahui tingkat predasi propagul jenis Ceriops tagal (Perr.) C. B. Robinson dan Rhizophora mucronata Lamk, baik sebelum maupun sesudah penyebarannya di Taman Nasional (TN) Karimunjawa, Jawa Tengah.

Penelitian identifikasi mangrove menggunakan metode survey deskriptif, dengan materi berupa mangrove elemen mayor yang dijumpai di TN Karimunjawa. Penelitian predasi pra penyebaran menggunakan metode survey deskriptif sedangkan penelitian predasi paska penyebaran menggunakan metode eksperimental lapangan (Surakhman, 1980) dengan materi berupa spesies yang berbuah pada saat penelitian dilaksanakan, yaitu Ceriops tagal (Perr) C. B. Robinson dan Rhizophora mucronata Lamk.

Ditemukan 13 spesies mangrove elemen mayor di TN Karimunjawa, terdiri dari Avicennia alba Blume, Avicennia marina (Forsk.) Vierh., Bruguiera cylindrica (L.) Bl. En., Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lamk., Bruguiera sexangula (Lour.) Poir in Lamk, Ceriops tagal (Perr.) C. B. Robinson, Lumnitzea littorea (Jack) Voight., Lumnitzera racemosa Wild., Nypa fruticans (Thunb.) Wumb., Rhizophora apiculata Blume, Rhizophora mucronata Lamk, Rhizophora stylosa Griff dan Sonneratia alba J. Smith. Pemangsaan propagul pra penyebaran pada Ceriops tagal sebesar 26,38% dan Rhizophora mucronata mengalami pemangsaan sebesar 17,69%. Sementara itu, pemangsaan propagul paska penyebaran setelah 18 hari pengamatan untuk Ceriops tagal sebesar 26% dan Rhizophora mucronata 46%.  Teori “dominance-predation” (Smith, 1987a) untuk pemangsaan paska penyebaran terbukti pada Rhizophora mucronata tapi tidak pada Ceriops tagal.

Kata kunci: identifikasi, mangrove elemen mayor, pemangsaan propagul.

3 thoughts on “Identifikasi Vegetasi Mangrove dan Tingkat Pemangsaan Propagulnya di Taman Nasional Karimunjawa Jepara Jawa Tengah

  1. Apakah di TN Karimunjawa ada ditemukan Bruguiera parviflora? Penduduk setempat (mungkin) ada yang menyebut Langgadai/langade/langadai. Jenis paling berbeda kenampakannya dari Bruguiera yang lain, propagule dengan kelimpahan yang sangat luar biasa.

  2. Apakah di TN Karimunjawa ada ditemukan Bruguiera parviflora? Penduduk setempat (mungkin) ada yang menyebutnya Langgadai / Langadai / Langade.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s