Produksi Serasah dan Dekomposisi Tumbuhan Bawah Acanthus ilicifolius dan Derris trifoliata di Kawasan Hutan Mangrove Segara Anakan Cilacap

Singgih Priambodo. Produksi Serasah dan Dekomposisi Tumbuhan Bawah Acanthus ilicifolius dan Derris trifoliata di Kawasan Hutan Mangrove Segara Anakan Cilacap.

Segara Anakan Cilacap merupakan suatu laguna yang dikelilingi hutan mangrove dan dataran berlumpur. Masalah penting di kawasan Segara Anakan adalah terus menyusutnya hutan mangrove karena banyaknya penebangan liar dan dikonversi menjadi tambak dan lahan pertanian. Masalah kedua adalah sedimentasi di Segara Anakan yang masih terus berlangsung. Menyusutnya hutan mangrove diduga mengakibatkan penurunan produksi serasah dan produktivitas perairan di kawasan Segara Anakan. Produksi serasah di Segara Anakan selama ini hanya diukur dari pohon mangrove atas saja, padahal daerah mangrove yang rusak banyak ditumbuhi oleh tumbuhan bawah spesies Acanthus ilicifolius dan Derris trifoliata.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung produksi serasah dan dekomposisi tumbuhan bawah yang berasosiasi dengan mangrove dari spesies Acanthus ilicifolius dan Derris trifoliata di kawasan Segara Anakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2002, dan analisa sampel dilakukan pada bulan September 2002 di Laboratorium Geologi dan Laboratorium Kimia Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP, Teluk Awur Jepara.

Produksi serasah didapatkan dengan memagari tumbuhan bawah menggunakan jaring nilon dengan luas 1 m x 1 m x 1,5 m dan dikoleksi setiap 2 minggu selama 4 bulan. Terdapat 3 lokasi penelitian, yaitu Klaces (sedimentasi tinggi), Sapuregel (sedimentasi rendah) dan Motean (daerah peralihan). Lima trap dipasang secara stratified random dalam 3 transek sepanjang 500 m pada tiap lokasi. Litterlayer dikoleksi sekali dalam 1 bulan menggunakan frame kayu 1 m x 1 m. Sampel serasah dimasukkan oven 70°C selama 4 hari untuk mendapatkan berat kering. Laju dekomposisi total serasah dihitung dengan formula k Olson (Olson, 1963). Percobaan dekomposisi serasah daun spesies Acanthus ilicifolius dan Derris trifoliata menggunakan kantong dekomposisi. Sepuluh gram daun dimasukkan dalam jarring nilon 20 cm x 20 cm dan diletakkan pada lantai hutan selama 0, 2, 4, 8, 16 dan 32 hari kemudian dihitung laju dekomposisinya.

Secara umum, didapatkan produksi total serasah spesies  Acanthus ilicifolius dan Derris trifoliata di Segara Anakan sebesar 0,34 t/ha/bulan. Daerah Motean paling produktif (rata-rata 0,57 t/ha/bulan), diikuti Klaces (rata-rata 0,34 t/ha/bulan) dan Sapuregel (rata-rata 0,11 t/ha/bulan). Rata-rata laju dekomposisi (k) seluruh lokasi sebesar 3,53 dan rata-rata turn over rate (1/k) sebesar 0,36. Pada percobaan dekomposisi terlihat daun Acanthus ilicifolius lebih cepat terdekomposisi daripada daun Derris trifoliata dan proses dekomposisi lebih cepat terjadi di Klaces daripada Motean.

Kata kunci: mangrove, produksi, serasah, litterlayer, dekomposisi, turn over rate.

2 thoughts on “Produksi Serasah dan Dekomposisi Tumbuhan Bawah Acanthus ilicifolius dan Derris trifoliata di Kawasan Hutan Mangrove Segara Anakan Cilacap

  1. @Eva : Langsung saja. Mohon maaf, sesuai dengan peraturan kami, sehubungan dengan adanya hak cipta dan alasan akademis lainnya, maka KeSEMaTJURNAL tidak melayani pengiriman soft copy dan hard copy materi dan isi jurnal mangrove di atas, melalui email maupun surat menyurat lainnya.

    Untuk itu, apabila Anda berminat untuk membaca dan mendapatkan keseluruhan materi dan isi dari masing-masing jurnal mangrove yang dipublikasikan di KeSEMaTJURNAL, dipersilahkan untuk datang langsung ke Perpustakaan KeSEMaT di Kantor KeSEMaT Semarang.

    Demikian, harap maklum, ya. Sukses selalu. Terima kasih🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s