Produktivitas dan Laju Dekomposisi Serasah Daun Mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Segara Anakan, Cilacap

Adam Setiawan S. Produktivitas dan Laju Dekomposisi Serasah Daun Mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Segara Anakan, Cilacap.

Hutan mangrove merupakan suatu komunitas yang paling produktif dan mempunyai peranan penting dalam kesuburan perairan laut dan sekitarnya, serta mempunyai fungsi ekologis sebagai nursery ground, spawning ground dan feeding ground. Hutan mangrove Segara Anakan yang mempunyai luas ± 8747 ha pada tahun 1997 terus mengalami penurunan akibat tingginya sedimentasi dan penebangan liar.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat produktivitas serasah dan kecepatan dekomposisi serasah daun mangrove di kawasan hutan mangrove Segara Anakan, Cilacap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Desember 2002.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sampel serasah diambil dengan menggunakan litterfall trap berbentuk piramida terbalik berukuran 1 m x 1 m terbuat dari jaring nilon yang digantung dibawah kanopi pohon  mangrove pada 3 lokasi (Klaces, Motehan, Sapuregel). Pada tiap lokasi terdapat 3 stasiun serta tiap stasiun ada 5 litterfall trap. Pengambilan sampel dilakukan tiap tengah bulan dan akhir bulan. Untuk pengambilan serasah di lantai hutan (litter layer) dilakukan dengan menggunakan kerangka kayu ukuran 1 m X 1 m dan dilakukan hanya setiap akhir bulan. Untuk dekomposisi serasah daun dilakukan dengan menggunakan daun Ceriops tagal dan Scyphiphora hydrophyllacea kemudian dimasukkan dalam kantong dekomposisi berukuran 20 cm x 20 cm dan ditempatkan pada lantai hutan. Koleksi dilakukan pada hari ke 0, 2, 4, 8, 16 dan 32 setelah peletakan. Sampel serasah, serasah di lantai hutan dan sampel dekomposisi dikeringkan dengan sinar matahari dan oven selama 3 – 4 hari pada suhu 70˚C sampai beratnya konstan. Analisa kandungan N, P, dan K dilakukan di Lab. Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, UGM. Kecepatan dekomposisi daun dihitung dengan persamaan k = L/Xss.

Dari hasil analisa diperoleh bahwa rata-rata total produksi serasah dari Segara Anakan sebesar 2,55 t/ha/bln. Rata-rata total produksi tertinggi terdapat di Motehan (2,84 t/ha/bln) dan terendah di Sapuregel (2,11 t/ha/bln). Rata-rata kandungan N, P, K dalam serasah setiap bulannya adalah N (34,76 kg/ha), P (4,99 kg/ha), K (18,18 kg/ha). Besarnya nilai rata-rata k dari ketiga lokasi adalah 5,53. Scyphiphora hydrophyllacea terdekomposisi lebih cepat dibanding Ceriops tagal.

Kata kunci : mangrove, produktivitas, serasah, dekomposisi.

5 thoughts on “Produktivitas dan Laju Dekomposisi Serasah Daun Mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Segara Anakan, Cilacap

  1. saya mahasiswa IPB, saya tertarik dengan penelitian ini,,
    bisakah saya dapat softcopy dr Bapak??
    atas kerjasamanya, saya ucapkan terima kasih…

  2. Salam MANGROVER!

    Maaf sekali, untuk softcopy tidak bisa kami bagikan. Bila berminat, bisa langsung datang ke kantor kami untuk memperbanyak hard copy-nya.🙂 Mohon maklum, ya.

    Semangat MANGROVER!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s