Struktur dan Komposisi Vegetasi serta Struktur Moluska di Hutan Mangrove Muara Sungai Ajkwa dengan Muara Sungai Kamora Kabupaten Mimika, Papua

Arief Nugroho. Struktur dan Komposisi Vegetasi serta Struktur Moluska di Hutan Mangrove Muara Sungai Ajkwa dengan Muara Sungai Kamora Kabupaten Mimika, Papua.

Komunitas mangrove menempati area diantara darat dan laut yang memiliki kondisi lingkungan berbeda satu sama lain. Hal tersebut, menarik untuk dipelajari, khususnya mengenai struktur dan komposisinya. Muara Sungai Ajkwa merupakan area yang terkena dampak limbah pertambangan (sedimen tailing) dan Kamora tidak. Studi dilakukan pada bulan September – Desember 2001.

Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan struktur dan komposisi vegetasi mangrove serta struktur moluska antara hutan mangrove muara Sungai Ajkwa dengan hutan mangrove muara Sungai Kamora.

Masing-masing lokasi penelitian dibagi dalam tiga transek. Pengambilan data vegetasi dilakukan dengan menggunakan metode Plot Menerus. Pengambilan data vegetasi meliputi spesies pohon (dbh > 10 cm), sapling (2 cm < dbh < 10 cm) dan seedling (dbh < 2 cm). Pengambilan sampel moluska dengan metode survei. Peletakan transek 5 m x 5 m untuk moluska pada tiap-tiap lokasi penelitian. Tiap transek penelitian terdiri dari tiga titik (A, B & C) dengan tiga kali ulangan (A1, A2 & A3). Analisa sampel moluska dilakukan di Laboratorium Coastal and Tailing, PT Freeport. Parameter lingkungan (pH, suhu dan salinitas) diukur secara insitu sedangkan sampel sedimen dianalisa di Laboriturium Kimia Departemen Lingkungan, PT. Freeport Indonesia Timika, Papua.

Hasil menunjukkan bahwa vegetasi mangrove kedua lokasi tidak mengalami perbedaan yang nyata. Komposisi kedua lokasi terdiri dari 25 spesies yang didominasi oleh Rhizophora apiculata dengan NP = 90,18% (30,68 – 153,60%). Nilai Kerapatan pohon Ajkwa (K = 451 ind/ha) lebih tinggi dibanding Kamora (K = 381 ind/ha) tetapi Basal Area Ajkwa (BA = 23,03 m2) lebih rendah dibanding Kamora (BA = 27,64 m2). Indeks Keanekaragaman Ajkwa (Ds = 8,38; H’ = 0,66) lebih tinggi dibanding Kamora (Ds = 6,9; H’ = 0,47). Indeks Eveness Ajkwa (J’ = 0,3) juga lebih tinggi dibanding Kamora (J’ = 0,25). Rata-rata diameter pohon di Ajkwa (23,3 cm) lebih rendah dibanding Kamora (27 cm) dan rata-rata ketinggian pohon di Ajkwa (26,4 m) lebih rendah dibanding Kamora (30,5 m). Moluska kedua lokasi penelitian berbeda sangat nyata. Moluska yang ditemukan adalah 19 spesies yang ternasuk dalam 9 famili. Kelimpahan (K) dan Keanekaragaman (H’) moluska di Ajkwa (K = 14,6 ind/100 m2; H’ = 2,5) lebih rendah dibandingkan Kamora (K = 25,4 ind/100 m2; H’ = 1,01). Sedangkan Indeks Kesamaan (J’) dan Dominansi (C) di Ajkwa (J’ = 0,42; C = 0,34) lebih tinggi dibanding Kamora (J’ = 0,73; C = 0,29).

Kata kunci: struktur, komposisi, mangrove, moluska, tailing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s