Studi Pemangsaan Propagul Mangrove Pada Dominasi Mangrove Yang Berbeda di Desa Menco, Kecamatan Wedung, Demak

Triaji Warsini. Studi Pemangsaan Propagul Mangrove Pada Dominasi Mangrove Yang Berbeda di Desa Menco, Kecamatan Wedung, Demak.

Hutan mangrove merupakan ekosistem peralihan antara darat dan laut yang memiliki berbagai fungsi, baik fungsi dalam siklus biologis, ekologis maupun fungsi social kemasyarakatan. Di desa Menco, Kec. Wedung, Demak, hutan mangrove tersebut digunakan sebagai sumber benih bagitambak-tambak tradisional yang ada. Kehadiran sejumlah hewan laut bisa mempengaruhi hutan mangrove secara tidak langsung terhadap struktur populasi, komunitas, dan ekosistemnya antara lain melalui pemangsaan bibit (propagul) oleh predator.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kerusakan propagul Bruguiera cylindrica dan Rhizophora stylosa karena pemangsaan pada dominasi pohon yang berbeda.

Penelitian ini dilaksanakan pada akhir Februari sampai awal April 2002. Materi penelitian berupa propagul B. cylindrica dan R. stylosa yang utuh. Sehata dan segar yang diambil dari dasar atau dari pohon hutan mangrove di desa Menco. Pengamatan terhadapap kerusakan propagul dilakukan pada hari ke 2, 4, 6, 8, 10, 18 dan 36 setelah peletakan di masing-masing stasiun.

Metode penelitian adalah studi kasus dengan pendekatan sampel survei. Penelitian dibagi dalam dua tahap. Tahap I untuk menentukan stasiun dominasi pohon dengan mengukur struktur dan komposisi yaitu KR (Kerapatan Relatif), FR ( Frekuensi Relatif), DR (Dominasi relative) dan NP (Nilai Penting) dengan menggunakan plot 10 m x 10 m. Tahap II yaitu penelitian terhadapa pemangsaan propagul B. cylindrica dan R. stylosa. Sedangkan analisa data menggunakan RAK dengan faktorial 2 x 2 x 7 x 5 dan uji lanjut wilayah ganda Duncan.

Hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa di stasiun I didominasi oleh jenis B. cylindrica dan  di stasiun II didominasi oleh jenis R. stylosa. Untuk tingkat pemangsaan propagul di stasiun I R. stylosa lebih tinggi (rata-rata 79%) daripada B. cylindrica (rata-rata 50%). Sedangkan di stasiun II B. cylindrica lebih tinggi (rata-rata 97%) daripada R. stylosa (rata-rata 40%). Pengaruh perlakuan lokasi, spesies dan waktu menunjukkan signifikansi. Hal ini telah membuktikan bahwa terdapat suatu hubungan negatif antara tingkat pemangsaan propagul dengan tingkat dominasi spesies di hutan mangrove.

Kata kunci: propagul, mangrove, B. cylindrical, R. stylosa, pemangsaan, dominansi pohon.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s