Studi Potensi Ekowisata pada Ekosistem Mangrove sebagai Alternatif Pengelolaan Pesisir secara Berkelanjutan di Daerah Rembang

Saputri Margi Utami. Studi Potensi Ekowisata pada Ekosistem Mangrove sebagai Alternatif Pengelolaan Pesisir secara Berkelanjutan di Daerah Rembang.

Secara ekonomis, selama ini hutan mangrove dimanfaatkan terutama sebagai penghasil kayu. Secara ekologis, hutan mangrove merupakan daerah asuhan dan pemijahan bagi beberapa biota perairan seperti ikan dan udang, sedangkan yang paling banyak dikonversi sebagai tambak. Belum banyak kegiatan yang berwawasan lingkungan diterapkan di kawasan mangrove (Alikodra, 1998) seperti halnya pada ekosistem mangrove di Rembang. Pengembangan potensi ekowisata pada ekosistem mangrove dapat dijadikan alternatif kegiatan yang berwawsan lingkungan untuk mewujudkan tujuan konservasi. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa aset utama ekowisata adalah kealamiahan dan kelestarian lingkungan itu sendiri.

Tujuan dari penelitian ini dalah untuk mengkaji dan mengetahui sejauh mana potensi ekowisata dapat dikembangkan pada ekosistem mangrove sebagai alternatif pengelolaan pesisir yang berkelanjutan di daerah Rembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus di kawasan mangrove di Desa Pasar Banggi, Tireman dan Kabongan Lor, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif eksploratif berdasarkan survei data primer dan skunder, sedangkan analisa yang digunakan untuk mengolah data adalah analisa SWOT.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tertinggi pada area ekosistem mangrove tersebut adalah faktor daya tarik lingkungan sekitar mangrove (skor 0.750) dan kelemahannya yaitu faktor belum adanya upaya pengadaan produk wisata (skor 0.100), peluang utama yang ada ialah faktor besarnya dukungan pengembangan ekowisata (skor 0.950), sementara ancaman utamanya yaitu faktor migrasi tenaga kerja terdidik (skor 0.200). Potensi ekowisata diharapkan dapat dikembangakan pada kawasan mangrove di daerah Rembang dengan menerapkan strategi-strategi pengelolaan yang dibuat berdasarkan optimalisasi potensi dan meminimalisasi kendala yang ada pada kawasan mangrove tersebut. Strategi pengelolaan yang berada pada prioritas pertama adalah strategi pemanfaatan daya tarik lingkungan di sekitar ekosistem mangrove sebagai salah satu aset wisata (total skor 2.350).

Kata kunci: potensi ekowisata, pengelolaan, ekosistem mangrove.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s