Studi Struktur Komunitas dan Beberapa Aspek Biologis Makrobentos Krustasea di Komunitas Mangrove Pulau Ajkwa dan Pulau Kamora, Kabupaten Mimika, Papua

Arif Pratiwi. Studi Struktur Komunitas dan Beberapa Aspek Biologis Makrobentos Krustasea di Komunitas Mangrove Pulau Ajkwa dan Pulau Kamora, Kabupaten Mimika, Papua.

Hutan mangrove mempunyai arti yang penting. Berbagai jenis hewan laut hidup di kawasan ini dan bergantung pada eksistensi hutan mangrove. Ekosistem mangrove berfungsi antara lain sebagai tempat pemijahan (spawning ground), tempat pembesaran (nursery ground) dan mencari makan (feeding ground) bagi berbagai jenis hewan seperti ikan, moluska dan krustasea.

PT. Freeport Indonesia adalah perusahaan penambangan emas, perak dan tembaga. Dari sekitar 220.000 ton batuan yang diproses setiap harinya, 97% diantaranya dibuang sebagai limbah berupa tailing (lumpur encer) ke Sungai Aghawagon, Otomona dan akhirnya diendapkan di Daerah Pengendapan Ajkwa (DPA). Diperkirakan 5 – 10% dari tailing tersebut terbawa ke muara sungai Ajkwa tempat terdapatnya ekosistem mangrove. Adanya masukan limbah tailing ini diduga akan mempengaruhi struktur komunitas makrobentos krustasea yang hidup di Pulau Ajkwa, sebuah pulau yang terbentuk akibat sedimentasi yang tinggi di muara Sungai Ajkwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan struktur komunitas krustasea di Pulau Ajkwa yang tercemar limbah tailing dengan Pulau Kamora yang relatif masih alami sebagai lokasi pembanding.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei skala terbatas (Ground Survey). Pengambilan sampel krustasea pada komunitas mangrove dilakukan dengan cara survei (Sampling Survey Method) dengan teknik hand picking menggunakan transek 5 m x 5 m. Sampel yang didapatkan kemudian diawetkan, diidentifikasi, diukur dan diamati untuk menentukan jenis kelamin serta kondisi lain (bertelur dan moulting atau tidak).

Hasil penelitian di lokasi Pulau Ajkwa ditemukan sebanyak 11 famili Krustasea yang terdiri dari 30 spesies. Sedangkan untuk Pulau Kamora ditemukan 14 famili yang terdiri dari 54 spesies. Kelimpahan dan Frekuensi Kehadiran di Pulau Ajkwa dan Kamora berturut-turut 4 – 287 individu/100 m2 dan 4 – 2259 individu/100 m2; 5,6 – 83,3% dan 16,7 – 66,7%; dengan Pola Sebaran mengelompok. Pulau Ajkwa memilki Indeks Keanekaragaman dan Indeks Keseragaman yang lebih rendah dibandingkan dengan Pulau Kamora dan Indeks Dominansinya lebih tinggi. Ukuran krustasea di Pulau Kamora relatif lebih besar daripada Pulau Ajkwa. Jumlah individu di Pulau Ajkwa sebanyak 1946 individu dan di Pulau Kamora 7579 individu. Perbandingan jantan dan betina tidak memperlihatkan perbedaan di kedua pulau. Persentase individu yang moulting lebih banyak di Pulau Ajkwa (2,83%) dibandingkan Pulau Kamora (0,35%), namun persentase individu yang sedang bertelur lebih banyak di Pulau Kamora (39,7%) dibandingkan Pulau Ajkwa (17,6%).

Kata kunci : krustasea, struktur komunitas, tailing.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s