Struktur Komunitas Larva dan Benih Ikan pada Ekosistem Mangrove dengan Umur Vegetasi yang berbeda di Teluk Awur Jepara

Sapto Pamungkas. Struktur Komunitas Larva dan Benih Ikan pada Ekosistem Mangrove dengan Umur Vegetasi yang berbeda di Teluk Awur Jepara.

Mangrove berfungsi sebagai tempat berlndung, mencari makan (feeding ground), memijah (spawning ground) dan pengasuhan (nursery ground), dimana banyak jenis ikan menghabiskan awal siklus hidup meliputi stadia telur, larva dan benih di dalamnya. Mangrove di kawasan Teluk Awur Jepara yang semula rusak direhabilitasi melalui kegiatan Mangrove Replant (MR). Hasil MR membentuk zonasi mangrove berdasarkan umur vegetasi yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap struktur komunitas larva dan benih ikan di kawasan tersebut.

Kegiatan penelitian dimulai April 2008 sampai dengan Mei 2009. Penelitian dilaksanakan di ekosistem mangrove Teluk Awur, Jepara. Proses pengidentifikasian dilakukan di Laboratorium Ilmu Kelautan FPIK Undip dan sampel kualitas air dianalisakan di Laboratorium Kimia FMIPA Undip. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif, untuk pengambilan sampel menggunakan jaring (mesh size = 500 µ, panjang = 2,5 m dan lebar = 2 m) dengan menerapkan metode survei contoh dan purposif sampling.

Hasil penelitian menunjukan sedikitnya terdpat 6 famili larva dan 9 famili benih ikan di ekosistem mangrove Teluk Awur. Famili Aplocheilidae merupakan famili yang paling dominan baik dalam bentuk larva maupun benih. Semakin tua umur vegetasi mangrove kelimpahan larva dan benih ikan semakin tinggi. Kelimpahan tertinggi terdapat pada MR1 116 ind/10  m2 (larva) dan 156 ind/10 m2 (benih), terendah pada MR3 16 ind/10 m2 (larva) dan 26 ind/10 m2 (benih). Keanekaragamn jenis MR1 dan MR2 termasuk kategori sedang, dengan keseragaman jenis tinggi dan tidak ada dominasi famili tertentu. Pada MR3 keanekaragaman dan keseragaman jenisnya rendah dan terdapat dominasi. Sementara kesamaan komunitas tertinggi terdapat pada MR2 terhadap MR3.

Kata kunci:  struktur komunitas, larva ikan, benih ikan, mangrove.

3 thoughts on “Struktur Komunitas Larva dan Benih Ikan pada Ekosistem Mangrove dengan Umur Vegetasi yang berbeda di Teluk Awur Jepara

  1. “Metode yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif, untuk pengambilan sampel menggunakan jaring (mesh size = 500 µ, panjang = 2,5 m dan lebar = 2 m) dengan menerapkan metode survei contoh dan purposif sampling.”

    Dear Teman2 KeSeMat, saya sedang melakukan riset di daerah Bintan, Kepri tentang mangrove dan faunanya di areal mangrove. yang menjadi pertanyaan saya apakah metode yang digunakan diatas sudah standart atau merupakan sebuah modifikasinya.

    Klo bisa saya minta rekomendasi referensi literaturnya dong untuk metode penelitian tersebut dlm bentuk soft caopy, dan sebelumnya terima kasih

    D. Bestson Simarmata
    Snr Spv R&D Bintan Resorts Cakrwala
    bestson_simarmata@yahoo.co.id

  2. Yth. Sdr/i Bestson. Langsung saja, ya.

    Pengambilan sampel larva ikan dilakukan per stasiun pada setiap lokasi dengan tiga kali pengulangan waktu selama satu bulan. Proses pengambilan sampel larva dan benih ikan di mangrove, menggunakan jaring dengan ukuran mata jaring 500 µ (Romimohtarto, 2001).

    Jaring berbentuk piramida terbalik dengan panjang 2,5 m dan lebar 2 m, bentuk ini diadaptasi dari Heath dan Dunn (1990) dalam Kamler (1992) yang menjaring larva ikan di perairan dengan open mouth jaring 5 m2.

    Kemudian jaring dioperasikan menggunakan sistem lift net (Redjeki dan Pribadi, personal communication). Sementara pemasangan jaring dilakukan dengan cara ditempatkan 20 cmdi bawah permukaan air.

    Untuk literatur, mohon maaf, karena berhubungan dengan hak cipta dan alasan akademis lainnya, kami tidak bisa mengirimkan soft copy dan hardcopy-nya. Bila berminat, silahkan menghubungi Rekan Anda yang di Semarang, untuk langsung datang saja ke Kantor kami dan mempelajari hard copynya di secara langsung.

    Terima kasih.

  3. Bestson Simarmata :

    “Metode yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif, untuk pengambilan sampel menggunakan jaring (mesh size = 500 µ, panjang = 2,5 m dan lebar = 2 m) dengan menerapkan metode survei contoh dan purposif sampling.”

    Dear Teman2 KeSeMat, saya sedang melakukan riset di daerah Bintan, Kepri tentang mangrove dan faunanya di areal mangrove. yang menjadi pertanyaan saya apakah metode yang digunakan diatas sudah standart atau merupakan sebuah modifikasinya.

    Klo bisa saya minta rekomendasi referensi literaturnya dong untuk metode penelitian tersebut dlm bentuk soft caopy, dan sebelumnya terima kasih

    D. Bestson Simarmata
    Snr Spv R&D Bintan Resorts Cakrwala
    bestson_simarmata@yahoo.co.id

    Yth. Sdr/i Bestson. Langsung saja, ya.
    Pengambilan sampel larva ikan dilakukan per stasiun pada setiap lokasi dengan tiga kali pengulangan waktu selama satu bulan. Proses pengambilan sampel larva dan benih ikan di mangrove, menggunakan jaring dengan ukuran mata jaring 500 µ (Romimohtarto, 2001).
    Jaring berbentuk piramida terbalik dengan panjang 2,5 m dan lebar 2 m, bentuk ini diadaptasi dari Heath dan Dunn (1990) dalam Kamler (1992) yang menjaring larva ikan di perairan dengan open mouth jaring 5 m2.
    Kemudian jaring dioperasikan menggunakan sistem lift net (Redjeki dan Pribadi, personal communication). Sementara pemasangan jaring dilakukan dengan cara ditempatkan 20 cmdi bawah permukaan air.
    Untuk literatur, mohon maaf, karena berhubungan dengan hak cipta dan alasan akademis lainnya, kami tidak bisa mengirimkan soft copy dan hardcopy-nya. Bila berminat, silahkan menghubungi Rekan Anda yang di Semarang, untuk langsung datang saja ke Kantor kami dan mempelajari hard copynya di secara langsung.
    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s