Produktivitas Serasah Mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Tanggul Tlare, Jepara

Mahanani Nugroho. Produktivitas Serasah Mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Tanggul Tlare, Jepara.

Hutan mangrove merupakan tipe hutan tropis yang tumbuh di sepanjang pantai atau muara sungai, memiliki beberapa peranan penting antara lain sebagai tempat asuhan (nursery ground) dan tempat pemijahan (spawning ground), membantu pembentukan daratan, menyaring tanah hasil erosi dan produsen detritus utama di perairan laut. Hutan mangrove juga mampu menghasilkan bahan organik, salah satu penghasil bahan organik di kawasan mangrove adalah guguran serasah. Beberapa biota yang hidup di wilayah mangrove seperti kepiting, mengkonsumsi guguran serasah secara langsung dan menguraikannya menjadi substrat yang kaya akan bahan organik oleh jamur dan bakteri. Untuk mengetahui seberapa besar hutan mangrove memberikan kontribusi bahan organik terhadap terhadap lingkungan estuarin diperlukan perhitungan total produksi guguran serasah yang dihasilkan oleh tumbuhan mangrove.

Tujuan ini adalah mengetahui produktivitas guguran serasah di Tanggul Tlare, Jepara pada periode bulan April, Mei, dan Juni 2003. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggan 1 April sampai dengan 30 Juni 2003 di kawasan hutan mangrove Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Koleksi serasah menggunakan jaring perangkap (trap) yang berjumlah 10 buah yang diletakkan di lokasi penelitian dengan jarak antar trap kurang dari 70 meter. Konstruksi jaring perangkap serasah (trap) berdasar Brown (1984), menggunakan jaring nilon berukuran 1m x 1m dengan ukuran mata jaring 2 mm yang kemudian dibingkai dengan menggunakan kayu. Pengambilan serasah dilakukan setiap dua minggu sekali. Serasah di lantai hutan dikumpulkan dengan menggunakan bambu berukuran 1m x 1m yang diletakkan di sekitar jaring perangkap serasah (trap) dan pengambilan serasah dilakukan sebulan.

Hasil analisa menunjukkan total produksi gugur serasah yang didapatkan selama tiga bulan penelitian adalah sebesar 3.50 t/ha. Produksi serasah tertinggi adalah daun, sebesar 2.81 t/ha dan terendah adalah stipula sebesar 0.15 t/ha. Total serasah di lantai hutan sebesar 1.69 t/ha dengan produksi tertinggi adalah daun sebesar 1.34 t/ha dan terendah adalah stipula sebesar 0.06 t/ha. Rata-rata total nilai laju dekomposisi (k) yang diperoleh sebesar 6,22. Serasah stipula mempunyai nilai laju dekomposisi (k) paling besar (7,76), sedangkan reproduksi mempunyai nilai laju dekomposisi (k) paling kecil (4,72). Curah hujan diduga dapat mempengaruhi gugur serasah dimana penurunan jumlah curah hujan diikuti oleh peningkatan total produksi gugur serasah. Total produksi gugur serasah terendah pada bulan April dan tertinggi pada bulan Juni.

Kata kunci: mangrove, produktivitas, gugur serasah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s