Struktur Komunitas Larva dan Benih Ikan pada Ekosistem Mangrove dengan Umur Vegetasi yang berbeda di Teluk Awur Jepara

Sapto Pamungkas. Struktur Komunitas Larva dan Benih Ikan pada Ekosistem Mangrove dengan Umur Vegetasi yang berbeda di Teluk Awur Jepara.

Mangrove berfungsi sebagai tempat berlndung, mencari makan (feeding ground), memijah (spawning ground) dan pengasuhan (nursery ground), dimana banyak jenis ikan menghabiskan awal siklus hidup meliputi stadia telur, larva dan benih di dalamnya. Mangrove di kawasan Teluk Awur Jepara yang semula rusak direhabilitasi melalui kegiatan Mangrove Replant (MR). Hasil MR membentuk zonasi mangrove berdasarkan umur vegetasi yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap struktur komunitas larva dan benih ikan di kawasan tersebut.

Baca lebih lanjut

Penelusuran Bahan Bioaktif Jamur Ganoderma sp dari Ekosistem Mangrove Sebagai Antijamur Terhadap Aspergillus flavus dan Candida albicans

Intan Rahmawati. Penelusuran Bahan Bioaktif Jamur Ganoderma sp dari Ekosistem Mangrove Sebagai Antijamur Terhadap Aspergillus flavus dan Candida albicans.

Ekosistem mangrove sering dianggap sebagai daerah kurang bermanfaat, kerap dirubah peruntukannya, namun sebenarnya banyak manfaat dari ekosistem mangrove mulai dari fisik, ekologi sampai sebagai sumber pangan dan obat. Salah satu jenis organisme yang ditemukan di ekosistem mangrove adalah jamur Ganoderma sp, Jamur ini telah digunakan sebagai obat herbal namun pengembangannya sebagai antijamur khususnya terhadap Aspergilus flavus dan Candida albicans belum banyak diketahui.

Baca lebih lanjut

Studi Potensi Ekowisata pada Ekosistem Mangrove sebagai Alternatif Pengelolaan Pesisir secara Berkelanjutan di Daerah Rembang

Saputri Margi Utami. Studi Potensi Ekowisata pada Ekosistem Mangrove sebagai Alternatif Pengelolaan Pesisir secara Berkelanjutan di Daerah Rembang.

Secara ekonomis, selama ini hutan mangrove dimanfaatkan terutama sebagai penghasil kayu. Secara ekologis, hutan mangrove merupakan daerah asuhan dan pemijahan bagi beberapa biota perairan seperti ikan dan udang, sedangkan yang paling banyak dikonversi sebagai tambak. Belum banyak kegiatan yang berwawasan lingkungan diterapkan di kawasan mangrove (Alikodra, 1998) seperti halnya pada ekosistem mangrove di Rembang. Pengembangan potensi ekowisata pada ekosistem mangrove dapat dijadikan alternatif kegiatan yang berwawsan lingkungan untuk mewujudkan tujuan konservasi. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa aset utama ekowisata adalah kealamiahan dan kelestarian lingkungan itu sendiri.

Baca lebih lanjut